Berita

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. (Foto: RMOL)

Politik

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 09:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengesahan Undang-Undang hukuman mati terhadap tahanan Palestina oleh Israel bukan sekadar pelanggaran HAM, melainkan titik puncak dari praktik penindasan sistemik yang mengarah pada genosida.

“Kita tidak bisa lagi melihat ini sebagai kebijakan yang berdiri sendiri. Ini adalah akumulasi dari berbagai tindakan represif yang secara konsisten dilakukan. Ini titik puncak dari kejahatan sistemik,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid,  dalam keterangannya, Minggu, 5 April 2026.

Menurutnya, narasi kecaman internasional yang terus berulang tanpa langkah konkret justru berisiko menjadi rutinitas yang kehilangan daya tekan. 


“Jika dunia hanya berhenti pada kecaman, itu ibarat meniup angin—tidak akan menghentikan laju penindasan yang sudah terstruktur dan masif,” tegasnya.

Kholid menilai kebijakan hukuman mati ini mempertegas adanya desain besar yang mengarah pada penghapusan eksistensi rakyat Palestina secara bertahap. Ia menyebut bahwa pendekatan hukum kini digunakan sebagai instrumen legitimasi atas kekerasan negara.

“Ketika hukum dipakai untuk melegalkan penghilangan nyawa secara diskriminatif, maka kita sedang menyaksikan normalisasi kejahatan. Ini bukan hanya pelanggaran HAM, tapi indikasi kuat menuju genosida sistemik,” lanjutnya.

Ia juga merujuk pada pernyataan bersama sejumlah Menteri Luar Negeri dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang menolak kebijakan tersebut karena dinilai diskriminatif, represif, dan melanggar prinsip dasar hukum internasional.

Namun demikian, Kholid menekankan bahwa situasi saat ini menuntut lebih dari sekadar posisi moral. Ia mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam mendorong langkah konkret di tingkat global.

“Indonesia harus melampaui pernyataan diplomatik. Diperlukan inisiatif nyata mulai dari penguatan koalisi internasional, dorongan sanksi, hingga mekanisme akuntabilitas yang bisa menekan Israel secara efektif,” ujarnya. 

PKS pun mendukung langkah Kementerian Luar Negeri RI bersama negara-negara lain, namun mengingatkan bahwa eskalasi kebijakan seperti ini menunjukkan bahwa pendekatan yang ada belum cukup kuat untuk menghentikan agresi.

“Ini bukan lagi soal sikap, tapi soal keberanian dunia untuk bertindak. Jika tidak, maka kita sedang membiarkan sebuah kejahatan besar berlangsung secara terbuka di hadapan kita semua,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya