Berita

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Politik

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 01:10 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Kinerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) disorot dari sisi kepatuhan terhadap tindak lanjut hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Indonesian Audit Watch (IAW) menilai ukuran kinerja menteri tidak cukup dilihat dari serapan anggaran, tetapi dari penyelesaian temuan audit.

“Di situlah kinerja seorang menteri diuji, pada apa yang diperbaiki setelah ditemukan kesalahan,” kata Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus kepada RMOL di Jakarta Sabtu, 4 April 2026.


Ia menegaskan, kewajiban menindaklanjuti rekomendasi BPK merupakan perintah hukum sesuai UU Nomor 15 Tahun 2004 dengan batas waktu 60 hari.

“Kalau tidak dilaksanakan, itu pelanggaran kewajiban hukum,” ujarnya.

Berdasarkan data IAW, terdapat 1.305 rekomendasi audit di Kementerian PU yang bermasalah, terdiri dari 789 tidak sesuai dan 515 belum ditindaklanjuti.

Nilai potensi kerugian negara dari temuan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun.

“Ini bukan sekadar angka, tapi menunjukkan kewajiban belum dijalankan secara tuntas,” tegas Iskandar.

IAW juga menilai tindak lanjut yang dilakukan cenderung administratif dan belum menyelesaikan substansi persoalan.

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengendalian internal serta akuntabilitas, sehingga perlu perbaikan serius ke depan.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya