Berita

Unggahan akun X @IraninSA

Dunia

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

SABTU, 04 APRIL 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah unggahan dari akun diplomatik Iran memicu perhatian luas setelah melontarkan sindiran tajam terhadap Amerika Serikat, di tengah kabar perombakan besar di tubuh Pentagon.

Akun resmi Kedutaan Iran mengunggah pernyataan singkat di platform X: 

“The regime change happened successfully. MAGA." 


Unggahan tersebut segera viral, terutama karena disertai gambar sejumlah pejabat tinggi militer Amerika Serikat yang wajahnya diberi tanda silang, sebuah simbol yang seolah menggambarkan “penggantian” atau bahkan “pembersihan” jabatan.

Sindiran ini dinilai menyentil balik narasi “regime change” yang selama ini kerap diasosiasikan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Namun kali ini, istilah tersebut diarahkan ke dalam negeri AS sendiri. Penggunaan slogan “MAGA” (Make America Great Again), yang identik dengan Donald Trump, semakin mempertegas nada sarkastik sekaligus politis dari pesan tersebut.

Meski tidak ada bukti bahwa unggahan itu merujuk pada perubahan rezim secara literal, konteksnya berkelindan dengan dinamika internal militer AS. Rotasi dan pergantian pejabat tinggi memang lazim terjadi, namun skala dan waktu perubahan kali ini menarik perhatian global.

Di sisi lain, Pentagon tengah menghadapi gelombang perombakan besar di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. 

Salah satu langkah paling mencolok adalah pencopotan Jenderal Randy George dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, meskipun masa tugasnya masih tersisa lebih dari satu tahun.

Keputusan tersebut dinilai tidak biasa, mengingat jarangnya pemecatan jenderal bintang empat di tengah situasi keamanan global yang sensitif. Pihak Departemen Pertahanan menyampaikan apresiasi atas pengabdian George, namun juga menegaskan perlunya “perubahan kepemimpinan”.

Posisi George disebut akan digantikan oleh Jenderal Chris LaNeve, sosok yang memiliki kedekatan dengan lingkaran politik Gedung Putih. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kepemimpinan militer dengan arah kebijakan politik saat ini.

Perombakan tidak berhenti di situ. Sejumlah pejabat tinggi lainnya juga dilaporkan dicopot, termasuk Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green. Bahkan, daftar pergantian meluas ke lebih dari selusin perwira senior di berbagai cabang militer.

Daftar "pembersihan" Hegseth mencakup lebih dari selusin perwira senior, termasuk: Jenderal C.Q. Brown (Ketua Kepala Staf Gabungan), Laksamana Lisa Franchetti (Kepala Operasi AL), Jenderal James Slife (Wakil Kepala Staf AU), Letjen Jeffrey Kruse (Kepala Badan Intelijen Pertahanan)

Langkah besar ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat, di mana Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya. Ribuan pasukan dilaporkan telah dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik, termasuk skenario operasi darat.

Di tengah situasi tersebut, unggahan Iran mencerminkan bagaimana media sosial kini menjadi arena baru dalam diplomasi global, bukan sekadar komunikasi resmi, tetapi juga ruang untuk propaganda dan sindiran terbuka.

Respons publik pun terbelah. Sebagian melihatnya sebagai humor politik yang tajam, sementara lainnya menilai sebagai provokasi yang berpotensi memperkeruh hubungan antarnegara. Namun satu hal jelas: rivalitas geopolitik kini tidak hanya berlangsung di medan diplomasi dan militer, tetapi juga di lini masa media sosial.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya