Berita

Lebaran Betawi 2025 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ada Lenong hingga Layar Tancap di Lebaran Betawi

SABTU, 04 APRIL 2026 | 00:37 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Selama tiga hari pelaksanaan Lebaran Betawi 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada 10-12 April 2026, masyarakat akan disuguhi beragam kegiatan.

Pada Jumat 10 April 2026 pukul 18.30-21.30 WIB, Lebaran Betawi 2026 diawali dengan malam syukuran yang diisi pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, dan doa bersama.

Berikutnya pada Sabtu 11 April 2026 pukul 08.00-23.00 WIB, digelar berbagai atraksi budaya seperti ondel-ondel, tanjidor, silat, dan gambang kromong, serta kegiatan seremonial, silaturahmi akbar, hingga hiburan rakyat seperti lenong Betawi dan layar tancap.


Selanjutnya, Minggu 12 April 2026 pukul 06.00-22.00 WIB, Lebaran Betawi 2026 diisi kegiatan santai dan interaktif, seperti senam bersama, permainan tradisional Betawi, dongeng rakyat, karnaval budaya, prosesi hantaran, sajian kuliner Betawi, hingga pertunjukan musik.

Masyarakat dapat menikmati aneka kuliner Betawi serta mengunjungi bazar produk lokal sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan Lebaran Betawi 2026," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 3 April 2026.

Dengan semangat kebersamaan, Uu berharap Lebaran Betawi 2026 ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi seluruh warga Jakarta.

Kegiatan ini diharapkan dapat menarik sekitar 20.000 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, komunitas budaya, hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo, yang akrab disapa Bang Foke, menuturkan bahwa esensi Lebaran Betawi terletak pada kelestarian adat istiadat dan tradisi yang baik. 

Nilai-nilai tersebut antara lain saling memaafkan, mempererat silaturahmi, terutama kepada orang tua atau yang dituakan, serta mengajak anak-cucu berkeliling (ngider) agar mengenal sanak keluarga dan memahami tradisi luhur. 

“Dulu, tradisi ini dilakukan di setiap pelosok, kampung, bahkan antar-kampung untuk menjaga ikatan silaturahmi, kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan kaum Betawi," kata Bang Foke.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya