Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Meledak, WTI dan Brent Tembus Level Kritis

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan rencana memperluas serangan terhadap Iran.

Dikutip dari Reuters, Jumat, 3 April 2026, pada perdagangan Kamis, minyak mentah global mencatat lonjakan signifikan. Minyak jenis Brent crude oil ditutup naik sekitar 7,78 persen ke level 109,03 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih tinggi, yakni 11,41 persen ke 111,54 Dolar AS per barel. Kenaikan ini menjadi salah satu lonjakan harian terbesar sejak 2020.


Lonjakan harga terjadi setelah Trump, dalam pidatonya pada Rabu malam, menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan diperluas. Namun, ia tidak memberikan kejelasan mengenai kapan konflik akan berakhir maupun kapan jalur vital Selat Hormuz akan kembali dibuka.

“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran di pasar energi global.

Pelaku pasar menilai bahwa meskipun fasilitas minyak Iran belum sepenuhnya mengalami kerusakan, potensi gangguan pasokan dalam skala besar semakin meningkat.

Ketidakpastian ini dikhawatirkan dapat menghambat distribusi minyak global, memperlambat pemulihan pasokan, dan memicu volatilitas harga dalam jangka pendek

Sejumlah analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik dalam waktu dekat. Bank investasi seperti JPMorgan Chase memproyeksikan harga bisa menembus kisaran 120-130 Dolar AS per barel.

Bahkan, dalam skenario terburuk, jika Selat Hormuz tetap ditutup hingga pertengahan Mei, harga minyak berpotensi melampaui 150 Dolar AS per barel.

Di tengah situasi yang memanas, upaya diplomatik mulai dilakukan. Inggris dilaporkan menggelar pertemuan virtual dengan sekitar 40 negara untuk membahas pembukaan kembali jalur Selat Hormuz.

Namun hingga kini, belum ada kepastian hasil dari pertemuan tersebut.

Selain konflik di Timur Tengah, gangguan pasokan juga datang dari Rusia. Serangan terhadap infrastruktur energi oleh Ukraina dilaporkan telah mengurangi kapasitas ekspor Rusia hingga sekitar 1 juta barel per hari.

Kombinasi antara eskalasi konflik di Timur Tengah dan gangguan pasokan dari Rusia membuat pasar energi global berada dalam tekanan besar.

Jika ketegangan terus meningkat tanpa solusi diplomatik, lonjakan harga minyak berpotensi berlanjut dan berdampak luas pada ekonomi dunia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya