Berita

Ilustrasi

Politik

Distribusi BBM Subsidi Harus Diperketat untuk Cegah Penimbunan

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 18:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Diperlukan penguatan dan pengawasan yang ketat dalam mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tengah tekanan konflik Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi. 

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, tanpa pengawasan yang ketat, potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi akan terus terjadi dan merugikan masyarakat.

“Perkuat pengawasan dan distribusi BBM agar tidak terjadi penimbunan dan penyalahgunaan. Peruntukan BBM subsidi harus benar-benar kepada masyarakat yang membutuhkan, karena kenyataan di lapangan sering sekali disalahgunakan,” ujar Cheroline dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.


Selain pengawasan, Cheroline juga menekankan perlunya percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap BBM. 

Politikus Partai NasDem itu menegaskan, potensi sumber daya alam Indonesia, khususnya di wilayah timur, belum dimanfaatkan secara optimal.

“Pemerintah perlu mempercepat pengembangan EBT untuk listrik agar ketergantungan pada BBM berkurang. Terlebih khusus untuk wilayah Timur Indonesia seperti Papua, kita punya sumber daya alam yang memadai tapi belum maksimal dalam pengelolaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus menyiapkan langkah strategis guna menjaga ketahanan energi nasional, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga.

“Indonesia perlu terus memperkuat cadangan energi nasional, meningkatkan kapasitas produksi dan penyimpanan dalam negeri, serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan agar ketahanan energi kita semakin kokoh ke depan,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya