Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Mint)

Tekno

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap sekitar 30.000 karyawan secara global sebagai bagian dari restrukturisasi untuk mengalihkan fokus investasi ke teknologi kecerdasan buatan (AI).

Jumlah karyawan yang terdampak mencapai sekitar 19 persen dari total tenaga kerja Oracle di seluruh dunia. PHK ini dilakukan demi menghemat hingga 10 miliar Dolar AS, yang nantinya akan digunakan untuk memperkuat pengembangan pusat data berbasis AI.

Kabar mengejutkan ini disampaikan kepada para karyawan melalui email yang dikirim pada Kamis, 2 April 2026. Dalam pesan tersebut, perusahaan menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari “perubahan organisasi yang lebih luas.”


“Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami memutuskan untuk menghapus posisi Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas. Oleh karena itu, hari ini adalah hari kerja terakhir Anda," demikian isi email tersebut, dikutip dari 9News.

Manajer Operasi Senior Oracle, Michael Shepherd, menegaskan bahwa PHK ini tidak berkaitan dengan kinerja individu karyawan.

Menurutnya, banyak dari mereka yang terdampak justru merupakan tenaga profesional berpengalaman yang memiliki kontribusi besar terhadap perusahaan.

Shepherd juga memberikan pesan dukungan kepada para karyawan yang terdampak, dengan menyatakan bahwa peluang baru akan segera datang.

Setelah pengumuman tersebut, ratusan mantan karyawan Oracle langsung membagikan kabar kepergian mereka melalui media sosial dan platform profesional seperti LinkedIn.

Oracle merupakan perusahaan teknologi yang dikenal sebagai penyedia sistem manajemen basis data. Perusahaan ini memiliki sekitar 162.000 karyawan di seluruh dunia sebelum PHK.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya