Berita

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono. (Foto: RMOL)

Hukum

Geledah Rumah Ono Surono, KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Suap dari Sarjan

RABU, 01 APRIL 2026 | 19:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari PDIP, Ono Surono di Kota Bandung sebagai bagian dari pendalaman dugaan aliran uang suap dalam perkara ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, penggeledahan ini dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait dugaan penerimaan uang oleh Ono dari pihak swasta, Sarjan, yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

"Terkait dengan dugaan penerimaan uang yang dilakukan oleh saudara ONS (Ono Surono) dari salah satu tersangka dalam perkara ini yaitu saudara SRJ (Sarjan) yang merupakan pihak swasta," kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu 1 April 2026.


Budi menyebut, penyidikan tidak berhenti pada pemberian kepada Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, tetapi juga menelusuri dugaan aliran dana ke pihak lain.

KPK, lanjutnya, ingin memastikan motif di balik pemberian uang tersebut, termasuk kepada Ono Surono.

"Tentu dari penelusuran itu, penyidik ingin mendalami maksud dan tujuan pemberian dari SRJ tersebut," tegas Budi.

Terkait jumlah uang yang diduga diterima Ono, Budi menyebut hal itu masih didalami oleh penyidik.

"Ini masih terus didalami ya terkait dengan jumlah, berapa uang yang diberikan oleh saudara SRJ kepada saudara ONS dan tentu yang lebih penting substansinya, mengapa, untuk apa, saudara SRJ ini memberikan sejumlah uang kepada ONS?" kata Budi.

Penggeledahan ini juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat konstruksi perkara secara utuh.

Sebelumnya, Ono Surono yang juga Ketua DPD PDIP Jabar telah diperiksa pada Kamis, 15 Januari 2026. Ia dicecar soal adanya aliran uang dari tersangka Sarjan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya