Berita

Menteri Perdagangan Budi Santoso (Foto: RMOL)

Politik

Harga Plastik Naik, Mendag Berburu Bahan Baku ke Afrika dan India

RABU, 01 APRIL 2026 | 15:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Perdagangan Budi Santoso angkat bicara terkait lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Menteri Perdagangan Budi Santoso kini bergerak mencari sumber bahan baku alternatif dari berbagai negara, termasuk Afrika dan India, guna menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 1 April 2026, Budi mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik tidak lepas dari efek konflik global, karena bahan baku utama berupa nafta masih bergantung pada impor dari Timur Tengah.


"Beberapa hari ini kan memang banyak atau keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak dari perang. Kita itu, bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta. Nafta itu kita impor dari Timur Tengah," ungkapnya kepada awak media.

Mendag menuturkan, upaya pencarian alternatif telah dilakukan ke sejumlah negara seperti Afrika, India, dan Amerika, namun pergeseran pasokan dari Timur Tengah memerlukan waktu agar kondisi harga kembali normal.

"Kita sekarang mencari anternatif pengganti atau alternatif dari negara lain. Dan kita sudah melakukan misalnya afrika, india dan amerika. Memang ini butuh waktu, karena kan tiba-tiba dari timur tengah trus pindah ke negara lain," jelasnya. 

Budi menambahkan, pemerintah tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi industri, guna memastikan rantai pasok tetap berjalan. 

Upaya pencarian pemasok baru juga dilakukan melalui jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri.

"Jadi beberapa perusahaan di Singapura, di Cina, di Korea, dan juga di Taiwan, Thailand juga. Tapi kita untuk bahan baku trus kita lakukan sehingga produksi di dalam negeri normal lagi," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya