Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron (Fotto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

DPR dan Pemerintah Perkuat Sinergi Hadapi Tekanan Krisis Energi Global

RABU, 01 APRIL 2026 | 14:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) bersama pemerintah menunjukkan komitmen untuk bersinergi dalam menghadapi tekanan krisis energi global yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Kekompakan ini dinilai penting agar berbagai kebijakan strategis dapat berjalan secara efektif.

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menyampaikan bahwa kondisi global saat ini tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga hampir seluruh negara di dunia. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah layak mendapat apresiasi karena mampu menahan harga BBM meskipun harga minyak dunia melonjak jauh di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 70 Dolar AS per barel.


Saat ini, harga minyak dunia bahkan telah menembus kisaran 110 hingga 115 Dolar AS per barel. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi ketahanan fiskal nasional. Namun, melalui berbagai strategi, pemerintah dinilai tetap mampu menjaga stabilitas tanpa menaikkan harga BBM.

Dalam situasi ini, Herman menekankan pentingnya menjaga ketenangan masyarakat serta menghindari praktik spekulasi, seperti penimbunan BBM, yang dapat memperburuk kondisi di lapangan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk menghemat energi. Salah satunya adalah penerapan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA), yang direncanakan mulai diberlakukan setiap hari Jumat sejak April.

Menurut Herman, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi adaptif yang juga telah diterapkan di sejumlah negara lain dalam menghadapi lonjakan harga energi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara DPR dan pemerintah menjadi kunci utama dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan optimal, terutama di tengah situasi krisis.

Ia optimistis bahwa tekanan krisis energi ini bersifat sementara dan akan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik global serta normalisasi rantai pasok energi dunia.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa melewati masa sulit ini,” pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya