Berita

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Repro YouTube DPR)

Politik

Kemenpar Siapkan Strategi Hadapi Imbas Perang AS-Israel Kontra Iran

RABU, 01 APRIL 2026 | 14:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bakal menjaga kinerja sektor pariwisata tetap solid meskipun harus menghadapi dinamika global imbas perang Amerika Serikat-Israel kontra Iran. 

Menpar Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, program prioritas 2026 akan difokuskan pada penguatan pariwisata berkualitas yang aman, berkelanjutan, dan berdampak pada ekonomi masyarakat. 

Upaya tersebut meliputi peningkatan keselamatan wisata melalui sertifikasi pemandu, penyusunan pedoman destinasi, serta pemetaan kawasan rawan bencana.


Selain itu, pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata terus diperkuat melalui pendampingan, sertifikasi, dan penguatan ekonomi lokal. Program unggulan seperti Wonderful Indonesia Gastronomi, Wellness, Event by Indonesia, serta digitalisasi Tourism 5.0 juga dilanjutkan.

Di sisi lain, perang Teluk berdampak pada sektor pariwisata global. Penutupan wilayah udara Iran pada 28 Februari-28 Maret 2026 menyebabkan gangguan penerbangan dari enam hub internasional dan pembatalan sekitar 770 penerbangan ke Jakarta, Bali, dan Medan.

Dampaknya, potensi kehilangan sekitar 60 ribu wisatawan mancanegara dengan nilai devisa mencapai Rp2,04 triliun.

“Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga,” ungkap Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 1 April 2026.

Widiyanti menambahkan bahwa tekanan juga datang dari kenaikan harga minyak dunia yang melonjak lebih dari 52 persen, memicu kenaikan biaya transportasi dan tarif perjalanan internasional.

Untuk menjaga target 16-17,6 juta kunjungan wisman pada 2026, Kemenpar menyiapkan strategi seperti pivot pasar ke Asia Tenggara dan Asia Timur, penguatan kampanye digital, serta optimalisasi kerja sama dengan maskapai.

Pemerintah juga mendorong event lintas batas dan promosi wisata nusantara untuk menjaga tingkat kunjungan domestik.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya