Berita

Suasana rapat Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata di Gedung DPR, Rabu, 1 April 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

RI Berpotensi Rugi Rp2 Triliun dalam 29 Hari Akibat Konflik Iran-AS

RABU, 01 APRIL 2026 | 12:02 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Indonesia berpotensi kehilangan devisa pariwisata hingga Rp2,04 triliun dalam 29 hari akibat pembatalan ratusan penerbangan internasional imbas konflik Timur Tengah. 

Jika kondisi berlanjut hingga akhir 2026, potensi kerugian bahkan bisa mencapai Rp48,3 hingga Rp56,5 triliun.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kawasan Timur Tengah memiliki peran penting sebagai hub transit wisatawan jarak jauh ke Indonesia. 


Namun, ketegangan geopolitik sejak akhir Februari 2026, terutama penutupan wilayah udara Iran, mulai berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata nasional.

“Kawasan Timur Tengah merupakan penghubung strategis bagi transit wisatawan mancanegara jarak jauh ke Indonesia. Namun ketegangan geopolitik yang terjadi sejak akhir Februari 2026 khususnya penutupan wilayah udara Iran telah berdampak langsung pada pembatalan penerbangan menuju Indonesia,” kata Widiyanti di Senayan, Rabu, 1 April 2026. 

Dalam periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026, tercatat 770 penerbangan dari enam kota; Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muscat, dibatalkan. Kondisi ini menyebabkan potensi kehilangan 60.752 kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari segmen wisatawan jarak jauh dengan pengeluaran tinggi.

“Hal ini berisiko menurunkan kunjungan wisatawan terutama dari segmen long haul dan high spenders,” lanjutnya.

Selain itu, konflik juga mendorong lonjakan harga minyak dunia yang berdampak pada biaya transportasi. Harga minyak mentah tercatat naik 52,21 persen dari 67,02 dolar AS per barel menjadi 102,01 dolar AS per barel per 30 Maret 2026, yang berpotensi menekan permintaan perjalanan wisata.

“Apabila kondisi ini berlanjut hingga akhir tahun, potensi dampak diperkirakan mencapai 1,44 hingga 1,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 48,3 hingga 56,5 triliun rupiah devisa,” katanya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya