Berita

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani. (Foto: Dok PKS)

Politik

Penerapan WFH Jangan Sampai Matikan Ekonomi

SELASA, 31 MARET 2026 | 15:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Eskalasi konflik yang terus memanas di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dan lonjakan harga minyak mentah dunia. 

Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, mendukung pemerintah untuk mengambil langkah mitigasi berlapis, mulai dari pengendalian konsumsi domestik melalui kebijakan work from home (WFH) sektoral hingga mendorong upaya diplomasi energi.

“Jika harga minyak betul-betul menembus US$200 per barel akibat eskalasi konflik yang terus berlanjut, maka setiap kenaikan US$1 per barel berisiko menambah beban fiskal negara yang sangat besar. Kita berhadapan dengan potensi pembengkakan subsidi BBM antara Rp884 triliun hingga Rp1.300 triliun. Ini ancaman serius bagi ketahanan APBN kita,” ujar Meitri, Selasa, 31 Maret 2026.


Untuk meredam risiko tersebut dari sisi permintaan (demand), politisi PKS ini mendukung pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan WFH secara proporsional. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan ini harus dilakukan secara selektif agar tidak mengganggu roda ekonomi riil.

“Penerapan WFH ini tidak berarti menghentikan ekonomi. Kita bisa menyasar sektor yang sangat adaptif terhadap kerja jarak jauh, seperti administrasi pemerintahan (ASN nonpelayanan publik), sektor jasa, perkantoran swasta, keuangan, dan teknologi informasi," jelasnya.

"Sebaliknya, sektor esensial seperti kesehatan, logistik, manufaktur, dan tentunya energi, harus tetap berjalan 100 persen. Dengan pembagian yang terukur ini, kita bisa memangkas mobilitas jutaan komuter setiap harinya, yang secara otomatis akan memangkas konsumsi BBM bersubsidi maupun nonsubsidi sampai 20 persen,” sambung Meitri.

Anggota DPR dapil Jawa Timur VIII ini menyebut, penghematan konsumsi BBM dari kebijakan tata kelola kerja ini dinilai dapat menjadi bantalan fiskal yang efektif agar keuangan negara tidak kolaps menanggung beban subsidi.

Selain lewat strategi efisiensi di dalam negeri, Meitri juga menyoroti kerentanan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz sebagai titik nadi perdagangan minyak global. Ia mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomasi energi yang proaktif dan terukur guna mengamankan sisi pasokan energi untuk kebutuhan domestik.

Meitri menekankan pentingnya lobi langsung kepada pemerintah Iran untuk memastikan keamanan dan keselamatan armada kapal Pertamina yang membawa pasokan energi untuk Indonesia yang melalui Selat Hormuz. Ia menilai kesamaan sikap geopolitik antara Indonesia dan Iran terkait isu Palestina dapat menjadi posisi tawar (leverage).

“Iran sangat menghargai negara-negara yang berani mengambil sikap tegas menentang arogansi Israel dan sekutunya. Konsistensi Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina dan mengutuk agresi di Gaza merupakan modal diplomatik yang sangat besar. Indonesia dapat menggunakan kesamaan visi ini untuk membangun rasa saling percaya (mutual trust), menegaskan bahwa Indonesia adalah ‘saudara’ yang pasokan energi dan kepentingan ekonominya tidak boleh diganggu,” jelasnya.

Meitri mengingatkan bahwa kolaborasi antara langkah taktis di dalam negeri dan diplomasi di luar negeri adalah kunci untuk menjaga ketahanan APBN.

“Kami mendukung langkah pemerintah untuk memperkuat upaya lobi strategis ke pemerintah Iran dan mengambil opsi kebijakan penghematan seperti WFH sektoral guna merespons dinamika global yang turut berpengaruh terhadap kondisi dalam negeri kita,” pungkasnya.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya