Ilustrasi pesawat (Foto: Babbe)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan sinyal akan melakukan peninjauan terhadap Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat.
Langkah ini menjadi opsi antisipasi menyusul adanya potensi kenaikan harga avtur global yang dipicu oleh dinamika geopolitik.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa segala keputusan terkait penyesuaian tarif akan didasarkan pada hasil kajian mendalam dan evaluasi kondisi terkini.
“Ya tentunya kita akan melakukan pengkajian, melakukan evaluasi apakah masih dengan kondisi sekarang masyarakat masih menghendaki turunkan, tapi kondisi global dimana terjadi hal-hal yang perlu juga kita antisipasi. Jadi kita akan melakukan exercise, kemungkinan-kemungkinan, segala kemungkinannya,” ujar Dudy di Kantor Kemenhub, Senin 30 Maret 2026.
Dalam proses evaluasi ini, Menhub menekankan perlunya kehati-hatian dalam mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Pemerintah menyadari adanya harapan publik agar harga tiket tetap terjangkau, terutama setelah adanya stimulus diskon tarif hingga 18 persen pada periode Angkutan Lebaran 2026 lalu.
Namun, Kemenhub tidak bisa mengabaikan faktor eksternal. Dudy menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu koordinasi resmi dengan kementerian terkait sebelum mengambil keputusan final.
“Itu harus kami antisipasi juga (penyesuaian TBA). Namun demikian, kan secara resmi kami harus menunggu apa yang akan dikeluarkan oleh Kementerian ESDM,” tuturnya.
Terkait kekhawatiran dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi nasional, Menhub menyampaikan bahwa sejauh ini kondisi stok bahan bakar masih dalam kategori stabil. Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina, belum ada kebijakan khusus atau langkah darurat yang disiapkan.
“Sejauh ini sesuai dengan penjelasan dari perwakilan staf ahli Menteri ESDM bahwa semua hal yang terkait dengan BBM aman,” tegas Dudy.
Ia menambahkan bahwa selama otoritas terkait menyatakan stok aman, maka operasional transportasi akan tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.
Meski demikian, ruang evaluasi tetap dibuka lebar jika di kemudian hari kenaikan harga mulai memberikan tekanan signifikan pada biaya operasional maskapai dan tarif transportasi secara umum.
Kemenhub berkomitmen untuk terus melakukan simulasi atau exercise terhadap berbagai kemungkinan guna menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat luas.