Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Masih Muram Akibat Perang Iran

SELASA, 31 MARET 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagian besar indeks saham utama di pasar saham Amerika Serikat (AS) melemah pada awal pekan ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik akibat meluasnya konflik antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang kembali mengancam Teheran, termasuk kemungkinan aksi militer terhadap infrastruktur energi Iran membuat pelaku pasar diliputi ketidakpastian, meski di sisi lain ia juga menyebut adanya pembicaraan damai.

Situasi ini diperburuk oleh keterlibatan kelompok Houthi dari Yaman yang didukung Iran, sehingga konflik semakin meluas. Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. 


Dikutip dari Reuters, Selasa 31 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Senin, indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu naik tipis sebesar 0,11 persen ke level 45.216,14. Namun, indeks S&P 500 turun 0,39 persen ke 6.343,72, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah lebih dalam sebesar 0,73 persen ke 20.794,64.

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi, terutama saham semikonduktor yang anjlok hingga 4,2 persen. Secara keseluruhan, pasar saham AS masih berada dalam fase koreksi sejak konflik dimulai, dengan penurunan lebih dari 10 persen dari level tertinggi sebelumnya.

Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan sedikit sentimen positif dengan menyatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih relatif stabil meskipun terjadi lonjakan harga energi. Namun, pasar kini memperkirakan tidak akan ada penurunan suku bunga tahun ini, berbeda dengan ekspektasi sebelumnya sebelum konflik pecah.

“Pemerintahan terus mengirimkan pesan yang membingungkan… jika terdengar agresif, pasar akan turun," kata Rick Meckler dari Cherry Lane Investments.

Sektor keuangan menjadi salah satu yang mencatat kinerja positif, naik 1,1 persen, didorong oleh kebijakan baru dari Departemen Tenaga Kerja AS yang memberikan kejelasan terkait investasi aset alternatif dalam dana pensiun 401(k). Saham perusahaan manajer aset seperti Blackstone dan KKR ikut menguat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya