Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Pikat Investor Jepang, Danantara Jadi Jaminan

SENIN, 30 MARET 2026 | 20:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto terus mengintensifkan upaya menarik investasi asing, khususnya dari Jepang, dengan menawarkan Danantara sebagai instrumen penjamin keamanan dan kepastian investasi di Indonesia.

Dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Imperial Hotel Tokyo, Senin, 30 Maret 2026, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya membuka peluang investasi, tetapi juga menghadirkan sistem pengelolaan yang kredibel guna melindungi kepentingan para investor global.

“Ini akan memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa kita serius serta akan melindungi semua investor. Dan saya pikir reputasi kita sudah sangat baik,” ujar Prabowo.


Ia menekankan bahwa reputasi Indonesia sebagai negara yang konsisten memenuhi kewajiban finansial menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan internasional, termasuk di mata investor Jepang.

“Reputasi ini bukan baru berusia 5, 10, atau 15 tahun. Saya rasa reputasi ini sudah ada selama beberapa dekade. Indonesia memiliki reputasi, seperti yang Anda ketahui, bahwa kita tidak pernah gagal membayar utang-utang kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa Danantara merupakan badan pengelola investasi strategis yang kini mengonsolidasikan berbagai aset negara dalam satu kendali manajemen untuk memastikan efisiensi dan transparansi.

“Hampir semua aset kami sekarang berada di bawah pengelolaan satu manajemen. Kami menginginkan pengelolaan yang rasional dengan praktik terbaik,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan capaian awal yang dinilai sangat menjanjikan, di mana dalam tahun pertama operasional, pengelolaan dana kekayaan negara mampu mencatat lonjakan signifikan dalam pengembalian aset.

“Hanya dalam tahun pertama operasi dana kekayaan negara kami, kami melihat peningkatan yang signifikan. Beberapa di antaranya menghasilkan peningkatan hampir 300% dalam pengembalian aset,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya