Praka Farizal Rhomadhon. (Foto: Instagram)
Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon Selatan.
Prajurit berpangkat Prajurit Kepala (Praka) tersebut merupakan bagian dari Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Farizal gugur setelah posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, terkena serangan artileri tidak langsung pada Minggu, 29 Maret 2026.
Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI dinyatakan gugur, sementara tiga personel lainnya mengalami luka-luka.
Prajurit dari Yonif 113/Jaya SaktiPraka Farizal diketahui berasal dari satuan Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) yang bermarkas di Bireuen, Aceh. Satuan ini berada di bawah jajaran Komando Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda.
Ia tercatat sebagai prajurit TNI AD yang telah menempuh berbagai tahapan pendidikan militer sebelum bergabung dalam satuan tempur infanteri. Farizal dikenal sebagai prajurit yang disiplin dan memiliki dedikasi tinggi dalam setiap penugasan.
Sebelum diberangkatkan ke Lebanon, Farizal bersama prajurit lain yang tergabung dalam Kontingen Garuda mengikuti serangkaian latihan dan pembekalan khusus. Di antaranya latihan kesiapsiagaan operasi penjaga perdamaian, pelatihan taktik militer dalam misi multinasional, hingga pemahaman aturan pelibatan pasukan (rules of engagement) sesuai mandat PBB.
Dalam penugasannya di Lebanon, Farizal tergabung dalam satuan yang menjalankan tugas pengamanan wilayah, patroli, serta pemantauan situasi keamanan di sepanjang area tanggung jawab pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan.
Gugur saat BertugasPeristiwa yang merenggut nyawa Farizal terjadi ketika ketegangan di kawasan Lebanon Selatan kembali meningkat.
Serangan artileri dilaporkan menghantam area yang menjadi posisi pasukan penjaga perdamaian, termasuk lokasi kontingen Indonesia yang sedang menjalankan tugas pengamanan.
Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa misi penjaga perdamaian PBB tetap memiliki risiko tinggi, terutama di wilayah yang masih dilanda konflik bersenjata.
Meninggalkan KeluargaKepergian Farizal meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan satuannya. Ia diketahui meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih kecil.
Pengabdian Farizal sebagai prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia menjadi bagian dari sejarah kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas global.
Selama ini, TNI dikenal aktif mengirimkan pasukan dalam berbagai misi penjaga perdamaian PBB melalui Kontingen Garuda, termasuk di Lebanon, Kongo, Sudan, dan sejumlah wilayah konflik lainnya. Dedikasi para prajurit tersebut menjadi representasi peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Farizal kini telah dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Dharma Nusa serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa-jasanya.