Berita

Ilustrasi Penyapu Poin (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Penyapu Koin Jembatan Sewo Indramayu Masih Marak, Ini Asal-usulnya

SENIN, 30 MARET 2026 | 17:33 WIB | OLEH: TIFANI

Penyapu koin di Jembatan Sewo yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang masih terus berlangsung meski telah ada larangan. Aktivitas ini bahkan kerap terlihat di tengah padatnya arus lalu lintas, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan para penyapu maupun pengguna jalan yang melintas.

Fenomena ini bermula dari kebiasaan sebagian pengendara yang melempar koin saat melintasi jembatan tersebut. Koin-koin yang berserakan di jalan kemudian dikumpulkan oleh warga dengan cara disapu, sehingga muncul istilah “penyapu koin”. 

Meski terlihat sederhana, aktivitas ini memiliki risiko tinggi karena dilakukan di area jalan raya yang ramai kendaraan. Tradisi 'penyapu koin' di Jembatan Sewo Indramayu ini telah terjadi selama bertahun-tahun. 


Di balik praktik tersebut, berkembang pula cerita yang dipercaya masyarakat setempat. Konon, tradisi ini berkaitan dengan kisah kakak beradik bernama Saedah dan Saeni yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kerap mengamen di sekitar Jembatan Sewo. 

Keduanya disebut meninggal dunia di area tersebut, sehingga memunculkan kepercayaan bahwa arwah mereka masih “menjaga” jembatan. Seiring waktu, muncul anggapan bahwa melempar koin merupakan bentuk “saweran” bagi Saedah dan Saeni, yang dahulu dikisahkan menampilkan seni ronggeng di pinggir jalan. 

Saedah disebut sebagai penabuh gendang, sementara Saeni menjadi penari. Cerita lain bahkan menyebut Saeni sebagai penari ronggeng Pantura yang kemudian berubah wujud menjadi makhluk gaib.

Kesan mistis Jembatan Sewo semakin menguat setelah peristiwa kecelakaan tragis pada 11 Maret 1974. Saat itu, sebuah bus yang membawa rombongan transmigran asal Boyolali menuju Sumatera Selatan mengalami kecelakaan dan masuk ke sungai di kawasan Kali Sewo, Desa Sukra, Indramayu. 

Insiden yang terjadi pada dini hari tersebut menewaskan puluhan penumpang dan menjadi salah satu tragedi yang membekas di ingatan masyarakat. Sejak kejadian itu, banyak pengendara mulai melemparkan uang saat melintasi jembatan dengan harapan mendapatkan keselamatan selama perjalanan. 

Tradisi tersebut kemudian terus berlanjut dan dikaitkan dengan berbagai kepercayaan, termasuk mitos tentang makhluk halus penunggu jembatan yang tidak akan mengganggu jika diberi “imbalan”. Hingga kini, tradisi lempar koin dan aktivitas penyapu koin masih berlangsung. 

Bahkan, sebagian warga menjadikannya sebagai sumber penghasilan, terutama saat Ramadan dan arus mudik Lebaran ketika jumlah kendaraan yang melintas meningkat signifikan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya