Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Rupiah Tembus ke Rp17.002 per Dolar AS Sore Ini

Konflik Iran dan Tekanan Fiskal Bayangi Pasar
SENIN, 30 MARET 2026 | 17:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin 30 Maret 2026 sore. 

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda turun 22 poin atau sekitar 0,13 persen ke level Rp17.002 per dolar AS.

Sementara kurs referensi JISDOR Bank Indonesia ikut melemah ke level Rp16.993 per dolar AS, turun dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.957.


Tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel.

“Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,” kata pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam risetnya.

Di sisi lain, Iran menyatakan kesiapannya menghadapi kemungkinan invasi darat oleh AS, menyusul laporan pengerahan ribuan pasukan Amerika ke kawasan tersebut.

Konflik ini memicu gejolak di AS. Data Universitas Michigan mengungkapkan bahwa rumah tangga Amerika mulai pesimis tentang kondisi ekonomi. Sentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54. 

"Ekspektasi inflasi untuk dua belas bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen," jelas Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menilai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah perlu dikombinasikan dengan langkah lain agar efektif dalam menjaga defisit APBN.

“Tekanan fiskal yang terjadi saat ini bersifat struktural, yang berasal dari subsidi energi, kenaikan biaya bunga utang, dan kebutuhan belanja prioritas,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya