Berita

Presiden Prabowo Subianto tiba di di Bandar Udara Haneda, Tokyo, Jepang. (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)

Politik

Kunjungan Prabowo ke Jepang-Korea Bukan Sebatas Agenda Diplomasi Rutin

SENIN, 30 MARET 2026 | 16:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan tidak sekadar agenda diplomasi rutin, melainkan mencerminkan pergeseran besar arah strategi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, kunjungan tersebut merupakan langkah terukur untuk mengubah orientasi diplomasi Indonesia dari berbasis sumber daya alam menuju kekuatan berbasis pengetahuan, teknologi, dan pengaruh global.

Menurut Amir, pilihan Jepang dan Korea Selatan bukan kebetulan. Kedua negara merupakan episentrum kemajuan teknologi dunia -- Jepang dengan kekuatan manufaktur presisi dan energi, serta Korea Selatan dengan dominasi di sektor digital, kecerdasan buatan, dan industri kreatif. 


“Ini adalah investasi geopolitik jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan memperkuat daya saing global,” kata Amir dalam keterangannya, Senin 30 Maret 2026.

Lebih jauh, Amir membaca bahwa langkah Prabowo ini merupakan bagian dari strategi keseimbangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. 

Di tengah rivalitas kekuatan besar dunia, khususnya antara Amerika Serikat dan China, Indonesia memilih jalur balanced alignment alias tidak berpihak secara ekstrem, tetapi aktif menjalin kemitraan strategis dengan berbagai kekuatan.

Pendekatan ini, menurutnya, memberi ruang bagi Indonesia untuk tetap independen sekaligus relevan. Jepang dan Korea Selatan, yang memiliki hubungan erat dengan Barat namun tetap menjaga kepentingan ekonomi dengan China, menjadi mitra ideal dalam strategi tersebut.

Dalam perspektif intelijen, kunjungan ini juga mengirim sinyal kuat bahwa Indonesia tidak ingin lagi hanya menjadi pasar atau objek geopolitik, tetapi mulai memposisikan diri sebagai subjek yang aktif menentukan arah kawasan.

“Indonesia ingin naik kelas. Bukan hanya pemain regional, tapi aktor penting dalam stabilitas global,” pungkas Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya