Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Intelligence)

Politik

Muncul Dugaan Skandal Uang hingga Asmara di Balik Kasus Ijazah Jokowi

SENIN, 30 MARET 2026 | 14:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Polemik dugaan ijazah Presiden Joko Widodo alias Jokowi makin memanas setelah muncul isu aliran dana Rp50 miliar yang menyeret nama Rismon Sianipar. 

Namun, di tengah derasnya kabar tersebut, Rismon justru memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.

Tak tanggung-tanggung, rumor yang mencatut nama Rismon itu, tidak saja skandal uang, politik, tapi juga asmara," kata kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal dalam keterangannya di Jakarta, Senin 30 Maret 2026.


Menurut Erizal, rumor yang berhembus, ada asmara di antara tersangka dan kuasa hukumnya. 

"Kalau skandal uang dan politik, sudah biasa. Bahkan, tak hanya para pendukung Jokowi, Jokowi sendiri juga menyebarkan rumor itu," kata Erizal.

Erizal mengatakan, istilah yang dipakai Jokowi adalah "ada orang besar di balik kasus ijazahnya. Bahkan disebarkan Jokowi sejak awal dan sampai saat ini. 

"Awalnya, nama SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Setelah diprotes, kini diganti nama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Sempat juga disebut nama Megawati, kini diganti dengan Puan (Maharani)," kata Erizal.

Bahkan, kata Erizal, saat ini bertambah dengan nama mantan Wapres Jusuf Kalla dan Jenderal Bintang 4 berinisial SS.

"Bukan mustahil nama terakhir yang terseret kasus ijazah Jokowi ini adalah Presiden Prabowo sendiri. Sebab, orang dekatnya sudah mulai ikut diseret-seret," kata Erizal.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya