Berita

Para pemimpin dan tokoh internasional menghadiri forum Board of Peace sebagai upaya memperkuat diplomasi dan perdamaian global (Foto: Sekretariat Negara)

Politik

Serangan Israel Bisa Jadi Alasan RI Keluar dari BoP

SENIN, 30 MARET 2026 | 14:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, menegaskan Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil sikap tegas menyusul serangan Israel yang menewaskan prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Politisi yang akrab disapa Deng Ical itu menilai, setidaknya harus ada pernyataan resmi dari negara sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons insiden serius tersebut.

“Negara harus hadir. Pemulangan jenazah harus segera dilakukan dengan penuh penghormatan, dan prajurit yang terluka harus mendapatkan perawatan maksimal,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.


Ia bahkan menyebut insiden ini bisa menjadi titik balik (turning point) bagi Indonesia dalam menentukan arah kebijakan luar negeri, khususnya terkait dinamika konflik di Timur Tengah.

“Bahkan mungkin ini jadi turning point bagi Indonesia mengambil sikap lebih tegas terhadap situasi Timur Tengah. Bahkan bisa jadi elite tools untuk Indonesia keluar dari BoP,” lanjutnya.

Di sisi lain, Deng Ical juga mengingatkan seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, kondisi di wilayah konflik seperti Lebanon saat ini sangat rentan, terlebih dengan sikap Israel yang dinilai kerap mengabaikan hukum internasional.

Ia menegaskan, keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya