Berita

Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid. (Foto: Dok. Humas DPP GR)

Politik

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gerakan Rakyat Minta PBB Jatuhkan Sanksi Israel

SENIN, 30 MARET 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gerakan Rakyat menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon Selatan setelah markas pasukan penjaga perdamaian tersebut diserang.

Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid menyatakan bahwa kehadiran prajurit Indonesia di Lebanon merupakan bagian dari komitmen konstitusional Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia.

“Prajurit Indonesia hadir di sana bukan sebagai pasukan perang, melainkan sebagai penjaga perdamaian dunia,” kata Sahrin dalam keterangan tertulis, Senin 30 Maret 2026.


Menurutnya, serangan terhadap posisi pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan insiden yang sangat serius karena menyasar kontingen yang berada di bawah mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Gerakan Rakyat menilai serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

“Serta melanggar prinsip perlindungan terhadap misi perdamaian dunia,” kata Sahrin.

Sehubungan dengan insiden tersebut, Gerakan Rakyat mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomasi yang tegas di forum internasional.

Gerakan Rakyat juga meminta agar dilakukan penyelidikan internasional yang transparan dan independen guna memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Selain itu, organisasi tersebut mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjamin keamanan seluruh pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik, termasuk kontingen Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu pasukan perdamaian paling profesional di dunia.

Tidak hanya itu, Gerakan Rakyat juga meminta pemerintah Indonesia untuk mendorong PBB memberikan sanksi tegas terhadap pihak penjajah Israel atas tindakan yang dinilai telah membahayakan misi perdamaian internasional.

“Pengorbanan prajurit Indonesia ini adalah pengorbanan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia,” pungkas Sahrin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya