Berita

Anggota Presidium Koalisi Jaga Air Tanah Jakarta (JATA) sekaligus Ketua Pemuda Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto. (Foto: Istimewa)

Nusantara

PAM Jaya Dituntut Perkuat Keasiapan Air Bersih Hadapi Kemarau Ekstrem

SENIN, 30 MARET 2026 | 12:53 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya musim kemarau 2026 di Indonesia datang lebih awal, mulai April dengan waktu lebih panjang dan cenderung kering. 

Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Juli-September dengan 61,4 persen wilayah mengalami puncak di bulan Agustus. 

BMKG juga mengingatkan untuk mewaspadai terjadinya kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan akibat peralihan ke fase netral/El Nino.


Menanggapi prediksi ini, Anggota Presidium Koalisi Jaga Air Tanah Jakarta (JATA) sekaligus Ketua Pemuda Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto mengingatkan pentingnya kesiapan, khususnya dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga Jakarta.

Ervan meminta agar Perumda PAM Jaya harus mulai mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan air selama musim kemarau. Langkah konkret diperlukan agar distribusi air tetap stabil, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami kesulitan akses air bersih.

"PAM Jaya tidak bisa menunggu krisis terjadi. Harus ada pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan suplai, serta solusi cepat bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air alternatif," kata Ervan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 30 Maret 2026.

Ervan menjelaskan, PAM Jaya perlu segera melakukan pemetaan sumber-sumber air baku baru sebagai upaya mitigasi dan antisipatif. Sebab, saat suplai berkurang tentu bisa terjadi berkurangnya tekanan air yang dapat mempengaruhi output air di skala rumah tangga. 

"Daerah rawan terkendala harus ada solusi alternatif seperti memperbanyak tandon air dan tangki air bersih," kata Ervan.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta untuk lebih tegas dalam mengawasi penggunaan air tanah, khususnya oleh gedung-gedung bertingkat.

Menurut Ervan, eksploitasi air tanah yang berlebihan oleh sektor komersial dan perkantoran berpotensi memperparah krisis air saat kemarau, sekaligus mempercepat penurunan muka tanah yang selama ini menjadi masalah klasik Jakarta.

"Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai saat warga kesulitan air, justru gedung-gedung tinggi tetap bebas menggunakan air tanah tanpa kontrol yang jelas," kata Ervan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya