Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Tekankan Penyelidikan Mendalam

SENIN, 30 MARET 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR mendorong dilakukannya investigasi mendalam terkait serangan misil yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon. 

Penyelidikan ini dinilai penting untuk memastikan kejelasan mengenai pelaku, sasaran, serta penyebab insiden, sekaligus menjadi dasar evaluasi prosedur operasional di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, yang menegaskan bahwa investigasi tidak boleh berhenti pada kronologi umum, melainkan harus mengungkap detail serangan secara menyeluruh. DPR menekankan bahwa kejelasan ini juga penting untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban.


“Ya tentunya harus ada investigasi mendalam karena ini berkaitan dengan keadilan kepada keluarga prajurit. Ini serangannya itu dari mana, siapa yang menyerang, titiknya itu mau menyerang ke mana hingga akhirnya ada korban kita,” ujar Dave di Senayan, Senin, 30 Maret 2026.

Menurut Dave, investigasi juga harus mengungkap kemungkinan kesalahan sasaran atau informasi yang keliru dari pihak penyerang. Hal ini penting agar insiden serupa tidak terulang dalam penugasan berikutnya.

“Apakah dia berada di tempat yang salah atau karena info yang salah dari pihak penyerang. Hal inilah yang harus didalami karena ini juga menjadi pelajaran untuk memperbaiki SOP-SOP berikutnya ke depan,” tambahnya.

Dave menegaskan bahwa hasil investigasi nantinya akan menjadi pijakan penting dalam pembenahan sistem pengamanan prajurit TNI di wilayah konflik. DPR juga menunggu penjelasan resmi dari Mabes TNI terkait detail insiden tersebut.

Prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti, Farizal Rhomadhon, gugur akibat serangan artileri Israel saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Farizal tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Farizal Rhomadhon meninggal pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 20.44 waktu Lebanon (01.40 WIB), di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan, saat menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian PBB.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya