Berita

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi perdana ke Tokyo, Jepang. (Foto: Komdigi)

Politik

Lawatan Prabowo ke Jepang Turut Bahas Kerja Sama Teknologi dan Digital

SENIN, 30 MARET 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi perdana ke Tokyo, Jepang.

Rombongan kenegaraan tiba di Bandar Udara Haneda pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 19.10 waktu setempat.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkokoh kemitraan strategis yang telah terjalin selama 68 tahun antara Indonesia dan Jepang.

"Kunjungan Presiden ini akan fokus membahas hal-hal strategis antara kedua negara, termasuk kerja sama di bidang teknologi dan digital," kata Meutya lewat keterangan resminya.

"Kunjungan Presiden ini akan fokus membahas hal-hal strategis antara kedua negara, termasuk kerja sama di bidang teknologi dan digital," kata Meutya lewat keterangan resminya.

Selama di Tokyo, Presiden Prabowo diagendakan melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito dan melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Presiden Prabowo juga dijadwalkan akan menerima beberapa pengusaha besar dan menyaksikan beberapa perjanjian investasi dari beberapa perusahaan besar Jepang di Indonesia.

"Kita berharap kunjungan Presiden dapat meningkatkan investasi Jepang di Indonesia," tuturnya.

Setibanya di hotel tempat bermalam, Presiden Prabowo disambut hangat oleh puluhan diaspora Indonesia. Mereka berharap hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang menjadi semakin erat melalui kunjungan ini.

Kunjungan Presiden Prabowo pun diharapkan makin membuka peluang kolaborasi baru yang saling menguntungkan, serta memperkokoh kemitraan Indonesia dan Jepang.



Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya