Berita

Representative Image (Foto: Fox News)

Dunia

Iran Perluas Sasaran, Universitas AS-Israel di Timteng Masuk Target Militer

SENIN, 30 MARET 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman baru dengan memperluas sasaran serangan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars News Agency, IRGC menegaskan bahwa universitas yang terkait dengan AS dan Israel kini dikategorikan sebagai target militer yang sah, sebagai balasan atas serangan terhadap fasilitas pendidikan Iran.

“Mulai sekarang, semua universitas entitas pendudukan (Israel) dan universitas-universitas Amerika di Asia Barat akan dianggap sebagai target yang sah,” demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip Senin, 30 Maret 2026.


AS-Israel disebut telah melakukan pemboman berulang terhadap institusi akademik Iran, termasuk Iran University of Science and Technology di Teheran.

IRGC juga menyerukan kepada staf, mahasiswa, serta warga di sekitar kampus-kampus yang berafiliasi dengan AS agar menjauh setidaknya satu kilometer dari lokasi tersebut demi keselamatan mereka, menyusul potensi serangan balasan.

Awal pekan lalu, IRGC telah menuntut Washington untuk mengutuk serangan terhadap universitas Iran atau menghadapi aksi balasan. 

Media Iran turut melaporkan sejumlah serangan udara yang menyasar fasilitas pendidikan, termasuk Isfahan University of Technology.

Sejak 28 Februari, serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara seperti Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. 

Eskalasi ini memicu korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan jalur penerbangan internasional.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya