Ilustrasi SPBU di Australia (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 9News)
Pemerintah Australia sedang menghadapi tekanan besar akibat krisis bahan bakar yang kian memburuk. Namun, pemerintah menegaskan ingin menghindari langkah pembatasan ketat seperti yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19.
Dikutip dari 9News, upaya ini akan dibahas dalam rapat kabinet nasional yang dipimpin Perdana Menteri Anthony Albanese bersama para pemimpin negara bagian dan wilayah pada Senin, 30 April 2026. Pertemuan ini menjadi yang kedua sejak konflik di Timur Tengah memicu gejolak global, termasuk lonjakan harga minyak dunia yang berdampak langsung ke Australia.
Dampak krisis mulai terasa nyata di dalam negeri. Pasokan bensin dan solar semakin menipis, sementara harga melonjak tajam. Saat ini, harga bensin tanpa timbal telah menembus lebih dari 2,60 Dolar Australia per liter, sedangkan solar sudah melampaui 3 Dolar Australia per liter. Meski begitu, pemerintah memastikan cadangan nasional masih cukup untuk lebih dari satu bulan.
Dalam rapat tersebut, pemerintah akan membahas berbagai opsi penanganan. Mulai dari pengaturan distribusi bahan bakar, kemungkinan pemberian transportasi umum gratis, hingga imbauan bekerja dari rumah untuk menekan konsumsi energi.
Menteri Keuangan Jim Chalmers menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi secara nasional. Menurutnya, langkah dini bisa mencegah situasi berkembang menjadi lebih parah.
“Cara terbaik untuk menghindari tindakan yang lebih keras seperti saat pandemi Covid-19 adalah dengan mengambil langkah sejak dini,” kata Chalmers. Ia menambahkan, semakin baik krisis ditangani sekarang, semakin besar peluang menghindari pembatasan yang lebih ketat di kemudian hari.
Sementara itu, Albanese menolak pendekatan kebijakan yang bersifat wajib seperti saat pandemi. Ia menilai kesadaran masyarakat jauh lebih penting dalam situasi ini.
“Saya tidak ingin semuanya menjadi kewajiban, akal sehat juga harus digunakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan bakar karena justru dapat memperburuk situasi. “Ini bukan seperti menimbun tisu toilet. Ini bahan bakar, dan penimbunan justru bisa berbahaya," kata Albanese.
Dari sisi industri, Australian Chamber of Commerce and Industry (ACCI) mengusulkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya mengamankan pasokan dari negara-negara Teluk, mempercepat distribusi, serta menurunkan pajak bahan bakar untuk kendaraan berat guna meringankan beban dunia usaha.
Selain itu, Menteri Energi Chris Bowen tengah menyiapkan kebijakan tambahan. Pemerintah berencana memberi kewenangan baru untuk menggunakan dana publik guna membantu pemasok membeli bahan bakar dalam jumlah besar.
Langkah tersebut mencakup pemanfaatan lembaga keuangan milik pemerintah untuk menjamin impor bahan bakar, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemasok dalam dan luar negeri agar pasokan tetap aman di tengah krisis.