Berita

PLE Priatna. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Mantan Diplomat: Di Mata Iran, Sikap Indonesia Pro-AS dan Banci

SENIN, 30 MARET 2026 | 06:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pandangan Iran kepada sikap pemerintah Indonesia semakin buruk lantaran dianggap berpihak kepada Amerika Serikat dan Israel.

Hal itu disampaikan mantan Diplomat RI, PLE Priatna, dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu malam, 29 Maret 2026. 

“Nah, kita kan seolah-olah terganjal nih. Karena BoP, karena ATR, karena kita (dianggap) terlalu pro-western, terlalu pro-AS gitu. Jadi sikap kita pun menjadi apa ya, jadi banci gitu,” kata Priatna.


Akibat anggapan negatif dari Iran itu, ia menyebut dampaknya kepada dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.

Kendati demikian, Priatna yakin hubungan baik antara Indonesia dengan Iran masih bisa diperbaiki asal memiliki kecakapan dalam kemampuan diplomasi, terutama dari Kementerian Luar Negeri RI.

“Pintunya banyak. Kita mau kirim utusan khusus, bisa. Siapa pun bicara di mana dengan orang mana yang bisa dipercaya. Pasti masih ada atensi (dari Iran),” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa Indonesia diuntungkan dengan memiliki sejarah yang baik dalam menggalang dunia ketiga seperti negara-negara Asia-Afrika dan Non-Blok.

“Karena kita termasuk yang punya sejarah hubungan baik. Misalnya diperjelas saja sekarang buat kerja sama Indonesia-Iran. (Misalnya) pembuatan drone, pembuatan misil, pembuatan peluru-peluru yang canggih langsung dengan Iran. Tapi itu bisa dilakukan kalau hubungan itu cair antara level paling atas, (contohnya) presiden dengan presiden. Jadi persahabatan yang tulus,” imbuhnya.

Pria yang pernah bertugas di Beijing, Tokyo dan Brussels ini menilai hubungan Indonesia dan Iran masih dalam tahap yang belum sangat buruk. Pasalnya, belum sampai tahap pengusiran diplomatik.  

“Saya percaya (hubungan masih baik), karena ukuran yang paling keras adalah kalau duta besarnya ditarik,” pungkasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya