Berita

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ray Dalio di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 27 Maret 3026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Hasil Pertemuan Prabowo dan Ray Dalio Masih Gelap

MINGGU, 29 MARET 2026 | 20:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan konglomerat Amerika Serikat (AS), Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio dinilai belum punya arah jelas untuk mendukung perekonomian Indonesia.

"Publik dan dalam hal ini saya juga sebagai seorang ekonom masih belum cukup jelas ya (hasil pertemuan Prabowo dan Ray Dalio itu)," ujar ekonom Bright Institute, Awalil Rizky dikutip redaksi pada Minggu, 29 Maret 2026.

Awalil juga menyinggung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ikut dalam pertemuan Prabowo-Ray Dalio. Menurutnya, materi-materi yang dibicarakan masih terlampau mengambang.


Sebagai contoh, Awali menilai keterangan Purbaya soal komitmen Ray Dalio untuk membantu memasarkan Indonesia di pasar global, khususnya untuk menjalankan program energi dan kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Menurut pengakuan Purbaya di berita, Purbaya hanya mendengarkan (saat pertemuan Prabowo dan Ray Dalio) tapi menjanjikan penyelesaian proyek yang berjalan lambat. Ini tidak jelas, apakah disampaikan saat bersamaan dengan Ray Dalio bincang dengan Prabowo, atau hanya disampaikan kepada Presiden Prabowo tanpa Ray Dalio," urai Awali.

"Purbaya menjelaskan ke wartawan ada soal-soal proyek seperti energi, listrik tenaga surya, kawasan ekonomi khusus ini juga kita tidak jelas, apakah ini disampaikan ketika ada Ray Dalio ataukah hanya disampaikan Purbaya kepada Presiden?" sambungnya.

Dia meyakini, materi hasil pertemuan Presiden Prabowo dengan Ray Dalio yang disampaikan Purbaya masih sebatas wacana.

"Meski kita sebagai rakyat tidak harus selalu tahu apa yang dibincangkan, tapi karena ini sudah disampaikan ke publik, ya kita (perlu) dapat gambaran besarnya. Itu Purbaya mengelak. Apa sih yang dibicarakan?" tandasnya

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya