Berita

Representative Image (Foto: Axios)

Dunia

Perang Memanas, Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir

MINGGU, 29 MARET 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gempuran tanpa henti Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai mengguncang arah kebijakan strategis Teheran, termasuk membuka opsi keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Juru bicara komisi keamanan nasional parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menilai keanggotaan Iran dalam perjanjian tersebut tidak lagi relevan.

“Tidak ada artinya bagi Iran untuk tetap menjadi penandatangan perjanjian internasional karena hal itu 'tidak memberikan manfaat apa pun bagi kami',” ujarnya dalam pernyataan di platform X, seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 29 Maret 2026.


Dorongan serupa disampaikan anggota parlemen Teheran, Malek Shariati, yang mengungkapkan bahwa rancangan undang-undang prioritas telah diajukan melalui portal parlemen dan segera dibahas. 

Ia menjelaskan, aturan itu akan menarik Iran keluar dari NPT, mencabut pembatasan nuklir dari kesepakatan 2015, serta mendukung perjanjian internasional baru dengan negara-negara sekutu (termasuk Organisasi Kerja Sama Shanghai/BRICS) tentang pengembangan teknologi nuklir damai.

Jika disetujui, kebijakan tersebut masih harus mendapat persetujuan Guardian Council sebelum diimplementasikan pemerintah. 

Di tengah dorongan itu, kelompok garis keras sebelumnya juga telah lama menuntut Iran keluar dari NPT dan bahkan mengembangkan senjata nuklir sebagai respons atas tekanan eksternal.

Ketegangan turut merembet ke hubungan Iran dengan pengawas nuklir dunia.

Penasihat senior Iran, Mohammad Mokhber, menuding Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, sebagai rekan kejahatan dalam pertumpahan darah selama konflik. 

"Laporan-laporan politiknya tentang aktivitas nuklir damai Iran, kurangnya kecaman terhadap agresi terhadap fasilitas nuklir kami, dan sekarang dorongannya kepada musuh untuk menyerang situs nuklir Iran, akan membawa negara ini pada keputusan yang tidak dapat diubah lagi," tegasnya.

Di lapangan, serangan udara terus meningkat. Fasilitas nuklir, pabrik baja, hingga infrastruktur energi menjadi sasaran, termasuk kompleks di Isfahan dan Ahvaz yang terpaksa menghentikan produksi. 

Serangan juga dilaporkan terjadi di sekitar pembangkit nuklir Bushehr, memicu peringatan dari IAEA terkait potensi insiden radiologis besar.

Situasi semakin memburuk dengan pemadaman listrik, kerusakan infrastruktur, serta pemblokiran total akses internet yang membatasi komunikasi warga Iran dengan dunia luar. 

Dengan tekanan militer dan ekonomi yang kian berat, opsi keluar dari NPT kini mengemuka sebagai langkah strategis yang tengah dipertimbangkan serius oleh Teheran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya