Berita

Bendera China dan Indonesia. (Foto: Istimewa)

Politik

Indonesia Berpotensi Dipersepsikan Lebih Dekat ke Orbit Beijing

Imbas Kerja sama antara BIN dan MSS China
MINGGU, 29 MARET 2026 | 04:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Posisi Indonesia yang berada di jalur vital perdagangan dunia, termasuk Selat Malaka dan jalur menuju Laut China Selatan, membuat kerja sama intelijen menjadi sangat krusial.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menanggapi Kerja sama antara Badan Intelijen Negara (BIN) dan Ministry of State Security (MSS) China.

Amir melihat langkah ini akan berdampak langsung pada konfigurasi keamanan di Asia Tenggara. Negara-negara ASEAN selama ini cenderung menjaga keseimbangan antara pengaruh China dan Amerika Serikat.


Namun, dengan semakin eratnya hubungan BIN dan MSS, Indonesia berpotensi dipersepsikan lebih dekat ke orbit Beijing.

“Ini yang harus dikelola dengan hati-hati. Indonesia selama ini dikenal sebagai negara non-blok modern. Kalau terlalu condong, bisa memicu kecurigaan dari negara lain, termasuk mitra strategis lama,” kata Amir melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Minggu 29 Maret 2026.

Ia menilai, kerja sama ini akan diuji pada isu-isu sensitif seperti Laut China Selatan, keamanan siber, dan pengaruh ekonomi China melalui proyek-proyek strategis.

Di sisi positif, Amir menilai kerja sama ini dapat memperkuat stabilitas nasional, terutama dalam menghadapi ancaman non-konvensional seperti spionase ekonomi, sabotase digital, dan perang informasi.

“China punya kapasitas teknologi intelijen yang sangat maju, termasuk dalam pengawasan siber. Jika dimanfaatkan dengan tepat, Indonesia bisa meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap ancaman,” ujar Amir.

Selain itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga akan berdampak langsung pada iklim investasi. China sendiri merupakan salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia.

“Keamanan adalah fondasi ekonomi. Jika kerja sama ini berhasil, maka efeknya bisa terasa pada percepatan investasi dan pembangunan,” kata Amir.

Namun demikian, Amir mengingatkan adanya risiko besar yang tidak boleh diabaikan. Salah satunya adalah potensi ketergantungan pada teknologi dan sistem intelijen asing.

“Dalam dunia intelijen, tidak ada kerja sama yang benar-benar setara. Selalu ada kepentingan nasional masing-masing. Indonesia harus memastikan tidak terjadi kebocoran data strategis,” pungkas Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya