Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Kemitraan BIN-Intelijen China Strategi Prabowo Bangun Kekuataan Global

MINGGU, 29 MARET 2026 | 03:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kerja sama antara Badan Intelijen Negara (BIN) dan Ministry of State Security (MSS) China yang didorong pemerintahan Prabowo Subianto bukan sekadar hubungan teknis antar lembaga, tetapi juga sinyal strategis perubahan orientasi keamanan Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin tajam.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Minggu 29 Maret 2026.

Amir menilai, penguatan hubungan BIN-MSS harus dibaca dalam konteks pergeseran tatanan dunia menuju sistem multipolar, di mana negara-negara tidak lagi sepenuhnya bergantung pada satu kekuatan besar seperti Amerika Serikat.


“Kerja sama ini bukan hanya soal pertukaran informasi intelijen, tapi bagian dari reposisi strategis Indonesia. Pemerintahan Prabowo sedang menguji keseimbangan baru antara Barat dan Timur,” kata Amir.

Menurut Amir, di era modern, kerja sama intelijen telah menjadi instrumen penting dalam membangun pengaruh geopolitik. 

MSS sendiri dikenal sebagai salah satu badan intelijen paling kuat di Asia, dengan fokus pada kontraintelijen, keamanan nasional, hingga pengamanan kepentingan ekonomi global China.

Di sisi lain, BIN memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas domestik Indonesia serta membaca dinamika ancaman regional, mulai dari terorisme hingga konflik geopolitik.

“Jika kedua lembaga ini memperkuat kemitraan, maka akan terjadi pertukaran data strategis, termasuk potensi ancaman kawasan, jalur perdagangan, hingga keamanan energi. Ini bukan kerja sama biasa,” kata Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya