Berita

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di pertemuan G7 di Prancis, Jumat 27 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DWS)

Dunia

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

SABTU, 28 MARET 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berlangsung, namun Washington mulai memberi sinyal bahwa operasi militernya tidak akan berlangsung lama. 

Berbicara setelah pertemuan para pemimpin G7 di Prancis pada Jumat, 27 Maret 20026, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa perang diperkirakan hanya akan berlangsung dalam hitungan minggu, bukan berbulan-bulan. Ia menegaskan bahwa jalannya operasi militer sejauh ini sesuai rencana. 

"Kami sesuai atau bahkan lebih cepat dari jadwal dalam operasi ini, dan berharap dapat menyelesaikannya dalam waktu yang tepat - dalam hitungan minggu, bukan bulan," ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu 28 Maret 2026.


Meski demikian, Rubio mengakui bahwa AS tetap menyiagakan pasukan di kawasan tersebut. Langkah ini bukan untuk memulai perang darat, melainkan sebagai bentuk antisipasi jika situasi darurat terjadi. Ia menekankan bahwa tujuan utama Washington masih bisa dicapai tanpa pengerahan pasukan darat secara besar-besaran.

Di sisi lain, kekhawatiran global meningkat seiring potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Rubio bahkan meminta negara-negara Eropa dan Asia yang bergantung pada jalur tersebut untuk ikut berkontribusi menjaga keamanan, sekaligus menegaskan bahwa ketergantungan AS terhadap jalur itu relatif lebih kecil.

Sementara itu, AS telah mengirim ribuan marinir ke kawasan Timur Tengah, termasuk melalui kapal serbu amfibi, serta menyiapkan pasukan lintas udara elit. Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas menjadi perang darat, apalagi sejak serangan awal pada 28 Februari yang menewaskan tokoh-tokoh penting Iran.

Di tengah eskalasi, Presiden Donald Trump disebut ingin segera mengakhiri perang yang semakin tidak populer di dalam negeri. Ia mengklaim adanya kemajuan menuju solusi diplomatik, meskipun Iran membantah bahwa pembicaraan resmi telah dimulai. Trump bahkan memberi tenggat waktu tambahan kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan lanjutan.

Di lapangan, serangan terus berlanjut. Media Iran melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas nuklir dan industri, termasuk reaktor riset air berat dan pabrik uranium. Iran menegaskan tidak ada kebocoran radiasi, namun tetap mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap upaya diplomasi.

Seorang pejabat tinggi Iran menyebut bahwa Teheran belum memutuskan apakah akan merespons proposal damai dari AS. 

Situasi semakin rumit karena serangan masih berlangsung di saat Washington justru mendorong negosiasi, sesuatu yang oleh pihak Iran disebut “tidak dapat diterima.”

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya