Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Babak Belur di Akhir Pekan

SABTU, 28 MARET 2026 | 08:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan hebat pada akhir pekan ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat investor semakin menghindari risiko.

Tiga indeks utama Wall Street langsung terpukul, dengan Nasdaq terkoreksi paling dalam.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 28 Maret 2026, pada penutupan Jumat indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,73 persen, S&P 500 melemah 1,67 persen, dan Nasdaq Composite anjlok 2,15 persen. Ketiga indeks ini ditutup di level terendah dalam lebih dari tujuh bulan dan mencatat penurunan mingguan kelima berturut-turut. Ini menjadi tren terburuk dalam hampir empat tahun.


Penurunan ini juga menandai fase koreksi pasar. Dow Jones kini telah turun lebih dari 10 persen dari puncaknya pada Februari, menyusul Nasdaq dan indeks saham kecil yang lebih dulu masuk zona koreksi. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang semakin luas di seluruh pasar saham.

Lonjakan harga energi ikut memperparah situasi. Harga minyak mentah AS naik lebih dari 5 persen mendekati 100 Dolar AS per barel, sementara Brent melampaui 112 Dolar AS. Kenaikan ini memicu kekhawatiran inflasi, karena biaya energi yang tinggi berpotensi mendorong harga barang secara keseluruhan dan menekan daya beli.

Dampaknya terasa pada kebijakan moneter. Pasar kini tidak lagi berharap pemangkasan suku bunga tahun ini, bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Pejabat bank sentral seperti Anna Paulson juga mengakui adanya risiko ekonomi akibat konflik, meski belum memberi sinyal kebijakan yang pasti.

Dari sisi sektor, saham teknologi dan perusahaan besar menjadi penekan utama indeks. Nvidia turun sekitar 2,2 persen, sementara Amazon merosot 4 persen. Sektor konsumsi non-esensial menjadi yang paling terpukul, terutama setelah Carnival Corporation memangkas proyeksi laba tahunannya.

Indikator ketakutan pasar, CBOE Volatility Index, melonjak ke level tertinggi sejak April, mencerminkan meningkatnya kecemasan investor. Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan yang naik, menegaskan bahwa tekanan pasar terjadi secara luas.

Seorang analis dari Hargreaves Lansdown, Matt Britzman, menegaskan bahwa pasar membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. “Kata-kata saja tidak cukup saat ini. Yang dibutuhkan adalah bukti nyata adanya kemajuan,” ujarnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya