Berita

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof Didik J. Rachbini. (Foto: RMOL)

Politik

Indef: 100 Gigawatt PLTS dalam Setahun Tak Mudah Direalisasikan

JUMAT, 27 MARET 2026 | 19:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt dalam waktu satu tahun ke depan dinilai menjadi pekerjaan besar dalam proses percepatan transisi energi nasional.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof Didik J. Rachbini mengatakan, realisasi target tersebut membutuhkan komitmen kuat dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

Menurutnya, pengembangan energi surya merupakan salah satu kunci penting untuk menopang sistem transportasi berbasis listrik yang tengah didorong pemerintah.


“Ini pekerjaan besar dan tidak mudah sehingga harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Didik dalam keterangannya, Jumat, 27 Maret 2026.

Didik menilai pembangunan infrastruktur energi bersih akan sangat menentukan keberhasilan transformasi menuju sistem energi nasional yang lebih berkelanjutan.

Selain untuk mendukung elektrifikasi transportasi, pengembangan energi terbarukan juga penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang selama ini masih mendominasi bauran energi nasional.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan rencana percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi surya sehingga pengembangannya perlu dipercepat untuk mendukung program elektrifikasi transportasi.

“Kita harus berani melakukan lompatan besar dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk tenaga surya,” kata Prabowo dalam salah satu kesempatan.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah memperkuat strategi pengembangan energi baru dan terbarukan guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

“Pemerintah terus mendorong diversifikasi energi dan percepatan pengembangan energi baru terbarukan agar ketahanan energi nasional semakin kuat,” ujar Bahlil.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya