Berita

Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin. (Foto: Kompas)

Politik

AS Cuma “Omon-omon”, Iran Tak Akan Takluk

JUMAT, 27 MARET 2026 | 18:20 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Amerika Serikat tidak akan mampu menaklukkan Iran. Berbagai pernyataan damai maupun ultimatum yang dilontarkan hanya dianggap sebagai strategi komunikasi untuk “menyelamatkan muka”.

Pandangan itu disampaikan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin. Katanya, kondisi ini berpotensi mengulang pola lama seperti yang terjadi dalam perang Amerika di berbagai negara.

Menurut Hamid, Iran memiliki kombinasi kekuatan yang tidak mudah dikalahkan, yakni semangat nasionalisme rakyat dan dorongan ideologis yang kuat. Bahkan, serangan yang terjadi saat momentum keagamaan justru memperkuat perlawanan masyarakat Iran.


“Bukan hanya pemerintahnya, warga negaranya juga punya semangat melawan Amerika dan Israel. Ini gabungan nasionalisme dan ideologis,” ujarnya di Jakarta, dikutip Jumat, 27 Maret 2026. 

Ia menilai, sejarah menunjukkan Amerika Serikat kerap kesulitan menghadapi pihak yang memiliki daya juang tinggi. Dalam Perang Vietnam dan Perang Korea misalnya, kekuatan teknologi militer tidak cukup untuk menjamin kemenangan.

Hal serupa juga terjadi saat menghadapi Taliban di Afghanistan. Hamid menyebut, Amerika Serikat akhirnya memilih jalur damai sebagai jalan keluar, meskipun tujuan awal tidak sepenuhnya tercapai.

“Biasanya mereka cepat-cepat menyatakan damai supaya ada exit, padahal sesungguhnya tidak mampu menaklukkan,” kata dia.

Hamid menilai pola tersebut kemungkinan besar akan terulang dalam konflik dengan Iran. 

Pernyataan Presiden Donald Trump terkait opsi damai atau pemberian waktu kepada Iran disebutnya lebih sebagai langkah rasional untuk mencari alasan mundur.

“Itu hanya excuse untuk menyelamatkan muka. Bukan karena mampu menekan Iran,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya