Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

JUMAT, 27 MARET 2026 | 08:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiga indeks utama Wall Street kompak berguguran di tengah tekanan besar pasar saham Amerika Serikat (AS) akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. 

Kekhawatiran eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran membuat investor beralih ke aset aman, sementara lonjakan harga minyak memperparah kekhawatiran inflasi global. Pergerakan saham langsung mencerminkan kepanikan tersebut. 

Dikutip dari Reuters, Jumat 27 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, indeks Dow Jones turun 1,01 persen ke 45.960,11, S&P 500 melemah 1,74 persen ke 6.477,16, dan Nasdaq jatuh paling dalam yakni 2,38 persen ke 21.408,08. 


Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 20 Januari, sekaligus menegaskan bahwa Nasdaq telah terkoreksi lebih dari 10 persen dari puncaknya -- batas yang secara teknis menandai fase koreksi pasar.

Tekanan datang seiring lonjakan harga minyak akibat minimnya kepastian terkait konflik Iran. Harga minyak mentah AS naik sekitar 4,6 persen, sementara Brent melonjak 5,7 persen, dipicu kekhawatiran gangguan distribusi energi di Selat Hormuz. Kondisi ini menghapus optimisme sehari sebelumnya, ketika pasar sempat berharap adanya de-eskalasi konflik.

Situasi semakin rumit setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang memperingatkan Iran untuk segera mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan. Meski kemudian ia menyebut penundaan serangan selama 10 hari hingga 6 April dan menyatakan negosiasi berjalan “sangat baik”, pasar tetap diliputi ketidakpastian.

Seorang analis dari Wells Fargo Investment Institute, Doug Beath, menggambarkan kondisi ini sebagai “kabut perang” yang membuat investor kesulitan membaca arah kebijakan. Ia menegaskan bahwa banyak sinyal yang saling bertentangan, sehingga mendorong aksi jual di pasar saham secara luas.

Tekanan juga datang dari sektor teknologi dan komunikasi. Saham Meta Platforms anjlok hampir 8%, sementara Alphabet Inc. turun lebih dari 3% setelah putusan juri AS yang menyatakan kedua perusahaan bertanggung jawab dalam kasus dampak media sosial terhadap anak-anak. Di sektor chip, Nvidia memimpin penurunan dengan melemah lebih dari 4 persen, menyeret indeks semikonduktor turun tajam.

Di sisi lain, sektor energi justru menjadi satu-satunya yang menguat, naik sekitar 1,6 persen, diuntungkan oleh lonjakan harga minyak. Namun mayoritas sektor lain melemah, terutama jasa komunikasi yang turun 3,5 persen dan teknologi 2,7 persen, mencerminkan tekanan luas di pasar.

Organisasi OECD turut memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi menghapus momentum pertumbuhan ekonomi global. Dengan inflasi yang berisiko meningkat akibat mahalnya energi, bank sentral seperti Federal Reserve kini berada dalam posisi sulit, antara menahan suku bunga atau menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar.

Meski data klaim pengangguran AS masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil, investor mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya