Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

JUMAT, 27 MARET 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan Kamis 26 Maret 2026. Penguatan Dolar AS serta lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lama.

Dikutip dari Reuters, berikut adalah posisi harga pada penutupan perdagangan:

- Emas Spot turun 2,7 persen ke 4.384,38 Dolar AS per ons
- Emas Berjangka AS merosot 3,9 persen ke 4.376,3 per ons

- Emas Berjangka AS merosot 3,9 persen ke 4.376,3 per ons
- Perak melemah 5 persen menjadi 67,71
- Platinum dan Paladium masing-masing terkoreksi 4,2 dan  5 persen 

Penguatan greenback membuat emas lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan global.

Kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah turut memicu kekhawatiran inflasi. Dalam kondisi ini, daya tarik emas berkurang karena investor lebih memilih aset dengan imbal hasil (yield) tinggi dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Meskipun ada sedikit sinyal positif (Iran mengizinkan 10 kapal tanker melewati Selat Hormuz), kegagalan proposal perdamaian AS membuat pasar tetap berada dalam ketidakpastian.

Jika konflik terus berlanjut, emas berpotensi jatuh ke bawah 4.000. Sebaliknya, gencatan senjata dan harapan penurunan bunga bisa mendorongnya kembali ke 5.000," ungkap Jim Wyckoff, Analis Kitco Metals.

Data klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan kenaikan tipis, menandakan pasar tenaga kerja masih stabil. Kondisi ini memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi guna meredam risiko inflasi yang dipicu oleh krisis energi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya