Berita

Selat Hormuz (Foto: AFP)

Dunia

Enam Negara Dapat Restu Iran Melintas Selat Hormuz, RI Belum Masuk Daftar

KAMIS, 26 MARET 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Selat Hormuz tidak sepenuhnya tertutup, namun aksesnya kini dikunci ketat oleh Iran, dengan hanya enam negara yang sejauh ini mendapat izin melintas. 

Data Kpler menunjukkan sejak 1 Maret 2026, hanya 138 kapal yang melintas di selat Hormuz, menandai penurunan hingga 95 persen dari pergerakan normal.

Meski Iran menyatakan hanya akan menargetkan Amerika Serikat dan sekutunya, ketidakjelasan definisi itu meningkatkan risiko bagi pelayaran global, terutama setelah sejumlah kapal diserang dalam beberapa pekan terakhir.


Di tengah ketidakpastian tersebut, enam negara dilaporkan tetap berhasil melintas setelah memperoleh izin dari pemerintah Iran. Sementara Indonesia belum masuk dalam daftar. 

Berikut adalah daftar negara-negara yang kapalnya telah melintasi Selat Hormuz di tengah konflik kawasan, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 26 Maret 2026. 

1. Thailand

Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, sebuah kapal tanker minyak Thailand berhasil melewati Selat tersebut setelah koordinasi diplomatik dengan Iran.  

Menurut laporan tersebut, izin perlintasan diberikan sehari setelah Iran memberi tahu Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional bahwa hanya kapal non-musuh yang boleh melintas setelah berkoordinasi dengan otoritas Iran. 

"Ketika kami mengatakan Selat Hormuz tidak ditutup, kami sungguh-sungguh. Dan sebagai catatan, teman-teman memiliki tempat khusus," tulis kedutaan besar Iran di X. 

2. Tiongkok

Pada hari Senin, 23 Maret 2026, kapal kargo milik Tiongkok pertama diizinkan melintas oleh Iran. 

Menurut perusahaan data dan intelijen maritim Lloyds List Intelligence (LLI), kapal Tiongkok tersebut adalah yang pertama membayar biaya tol untuk jalur aman.

3. India

Kapal tanker India pertama melewati jalur air tersebut pada tanggal 12 Maret 2026, setelah sumber pemerintah India mengkonfirmasi bahwa Iran akan mengizinkan kapal tanker berbendera India untuk melintas.

Hingga 20 Maret 2026, sembilan kapal India telah berhasil melewati selat tersebut dengan selamat, sementara LLI menyatakan bahwa setidaknya 22 kapal tujuan India sedang dalam proses evakuasi.

4. Pakistan

Antara akhir pekan tanggal 14 dan 15 Maret 2026, sebuah kapal tanker tujuan Pakistan melewati selat tersebut, tampaknya merupakan transit pertama Pakistan sejak perang dimulai.

Pada hari Rabu, 25 Maret 2026 sebuah kapal tanker tujuan Pakistan lainnya tidak diizinkan untuk melewati Selat Hormuz, dan terpaksa berbalik arah.

Dalam unggahan di X, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjelaskan bahwa izin ditolak karena kapal Pakistan tidak mematuhi protokol yang ditetapkan. 

“Kapal kontainer SELEN dipulangkan oleh Angkatan Laut IRGC karena gagal mematuhi protokol hukum dan tidak memiliki izin untuk melewati Selat Hormuz. Melewati jalur perairan ini membutuhkan koordinasi penuh dengan otoritas maritim Iran, dan pencapaian ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan dari rakyat Iran yang mulia," ungkap laporan tersebut. 

Perubahan dalam penerimaan kapal-kapal Pakistan bertepatan dengan posisi Pakistan sebagai mediator dalam konflik antara AS dan Iran. 

5. Turki

Menurut Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloglu, pada 13 Maret 2026, sebuah kapal milik Turki yang telah menunggu di dekat Iran diizinkan untuk melewati Selat Hormuz setelah pihak berwenang menerima izin dari Teheran.

Sejak perang dimulai, 15 kapal milik Turki ditempatkan di Selat tersebut. Sejauh ini, hanya satu dari 15 kapal yang berhasil melewati Selat dengan aman.

6. Jepang

Meskipun belum ada kapal Jepang yang melewati Selat Hormuz, pada hari Jumat, 20 Maret 2026, Iran mengatakan siap mengizinkan kapal-kapal yang terkait dengan Jepang untuk melewatinya, setelah pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya