Berita

Ilustrasi Sindrom Pasca Libur Lebaran 2026 (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

Apa Itu Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SELASA, 24 MARET 2026 | 16:18 WIB | OLEH: TIFANI

Masyarakat akan mulai kembali ke rutinitas setelah menjalani libur panjang Idulfitri 2026. Aktivitas kerja, sekolah, hingga berbagai kesibukan harian yang sempat terhenti kini kembali berjalan seperti biasa.

Namun, tidak semua orang bisa langsung beradaptasi dengan perubahan tersebut. Sebagian justru merasa kurang bersemangat, sulit fokus, hingga mengalami kelelahan mental setelah melewati masa liburan yang identik dengan suasana santai dan berkumpul bersama keluarga.

Kondisi ini dikenal sebagai post holiday syndrome, yaitu gangguan sementara yang muncul setelah liburan usai. Lantas, apa itu post holiday syndrome, apa saja penyebabnya, serta bagaimana cara mengatasinya setelah libur Lebaran 2026? 


Post holiday syndrome atau sindrom pasca liburan merupakan kondisi mental yang ditandai dengan perasaan sedih, murung, lelah, dan tidak bersemangat setelah liburan berakhir. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Dikutip dari laman Health Line, post holiday syndrome atau yang juga disebut post holiday blues merupakan sindrom di mana otak belum sepenuhnya menerima berakhirnya hal-hal menyenangkan selama liburan. Otak manusia otomatis merekam pengalaman menyenangkan selama liburan dan merangsang dirinya untuk terus beristirahat.

Gejala post holiday syndrome umumnya bersifat fisik maupun emosional dan seringkali mirip dengan tanda-tanda depresi pada umumnya. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain kehilangan semangat beraktivitas, rasa malas dan kurang antusias, kelelahan berkepanjangan, mudah gelisah dan emosional, sakit kepala, gangguan tidur atau insomnia, bahkan stres hingga depresi dalam kondisi tertentu.
 
Kabar baiknya, kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama dan umumnya hanya dirasakan pada minggu pertama setelah liburan usai. Meski begitu, durasi sindrom ini bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Cara Mengatasi Post Holiday Syndrome

Selain itu, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi post holiday syndrome, di antaranya:

1. Cukup Istirahat

Salah satu penyebab utama munculnya rasa murung setelah liburan adalah kelelahan fisik akibat kurang tidur atau pola istirahat yang berantakan selama masa libur. Untuk mengatasinya, penting bagi tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar energi kembali pulih. 

Luangkan waktu untuk bersantai di rumah, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau sekadar menonton film favorit. Dengan istirahat yang optimal, tubuh dan pikiran akan lebih siap kembali menjalani rutinitas.

2. Latihan Pernapasan

Melakukan teknik pernapasan dalam secara perlahan dan teratur dapat membantu menenangkan sistem saraf. Pernapasan perut (deep breathing) terbukti efektif mengurangi stres dan membuat tubuh lebih rileks. 

Cara ini juga dapat membantu mengontrol emosi serta mencegah munculnya perasaan cemas atau depresi ringan yang kerap muncul setelah liburan berakhir.

3. Makan Makanan Sehat

Asupan makanan juga berperan penting dalam menjaga suasana hati. Mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino seperti unggas, telur, susu, keju, brokoli, serta kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan produksi serotonin, yaitu hormon yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman dan bahagia. 

Selain itu, karbohidrat membantu menenangkan pikiran, sementara vitamin dan mineral seperti magnesium, zinc, omega-3, serta vitamin B kompleks dapat membantu menjaga keseimbangan kondisi tubuh secara keseluruhan.

4. Jangan Menarik Diri

Setelah liburan, ada kecenderungan sebagian orang merasa enggan berinteraksi dan memilih menyendiri. Padahal, menjaga hubungan sosial justru penting untuk memulihkan suasana hati. 

Menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, atau rekan kerja dapat membantu mengalihkan pikiran dari rasa jenuh sekaligus meningkatkan semangat untuk kembali beraktivitas.

5. Lakukan Aktivitas yang Menyenangkan

Agar tidak terjebak dalam perasaan malas berkepanjangan, cobalah merencanakan aktivitas yang menyenangkan setelah liburan. Misalnya, menjadwalkan olahraga ringan, mencoba hobi baru, atau merencanakan agenda kecil di akhir pekan. 

Memiliki sesuatu yang dinantikan dapat menjadi motivasi untuk bangkit dan kembali produktif setelah masa libur usai.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya