Berita

Banjir dipicu hujan lebat melanda Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. (Foto: BPBD Kabupaten Sikka)

Nusantara

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Masuk Status Siaga
SENIN, 23 MARET 2026 | 23:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Jumat hingga Senin dini hari, 20-23 Maret 2026, membuat sejumlah desa di Nusa Tengara Barat (NTB) terendam banjir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dampak kejadian bencana hidrometeorologi itu dialami warga di 10 desa.

"Salah satu titik terdampak paling signifikan berada di crossway Kali Lowo Regi, Desa Masebewa, yang mengalami kerusakan hingga menyebabkan akses jalan terputus," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin 23 Maret 2026.


Kondisi tersebut, lanjut Abdul Muhari, menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah.

"Sebanyak 10 desa terdampak dengan total 2.922 kepala keluarga atau 12.981 jiwa. Warga terpaksa menyeberangi arus banjir dengan berjalan kaki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang berisiko bagi keselamatan," kata Abdul Muhari.

Selain itu, dia juga menyebutkan, sekitar 2.922 unit rumah terdampak, dengan rincian satu unit rusak berat dan tiga unit rusak ringan, sedangkan sisanya masih dalam pendataan.

"Sekitar 15 hektare lahan persawahan juga terdampak, bangunan penangkap air mengalami kerusakan, serta pipa distribusi air bersih terputus," kata Abdul Muhari.

Lanjut Abdul Muhari, terdapat empat titik akses jalan yang mengalami kerusakan berupa lubang, sehingga semakin menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Kemudian, di wilayah yang sama juga terjadi bencana tanah longsor, dan masih dalam fase penanganan yang meliputi pembersihan material longsor dan pohon tumbang yang menutup akses jalan penghubung antara Desa Poma dan Desa Napugera di Kecamatan Tanawawo.

"Sebanyak 11 kepala keluarga terdampak, dengan 11 unit rumah berada dalam kondisi terancam," kata Abdul Muhari.

BNPB juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi, dengan memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan saluran air, serta segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor.

Peristiwa ini masuk dalam masa Status Siaga Darurat Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 495/KEP/HK/2025 yang berlaku sejak 8 Desember 2025 hingga 8 Juni 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya