Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekspansi Pendapatan Dorong Lonjakan Laba MIDI Sepanjang 2025

SENIN, 23 MARET 2026 | 09:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menunjukkan pencapaiannya sepanjang tahun buku 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan dikutip Senin 23 Maret 2026,  pengelola jaringan ritel Alfamidi ini berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp20,64 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan yang stabil dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang berada di level Rp19,88 triliun.

Kenaikan pendapatan ini menjadi motor utama yang menggerakkan seluruh lini profitabilitas perseroan. Meski beban pokok pendapatan ikut terkerek menjadi Rp15,24 triliun seiring dengan peningkatan skala bisnis, MIDI tetap mampu mempertebal laba bruto menjadi Rp5,39 triliun. 
Performa tersebut  memberikan bantalan yang cukup bagi perseroan untuk meredam kenaikan beban operasional. Laba usaha MIDI melesat cukup tajam ke angka Rp967,99 miliar, jauh melampaui capaian tahun 2024 yang sebesar Rp719,17 miliar. 

Performa tersebut  memberikan bantalan yang cukup bagi perseroan untuk meredam kenaikan beban operasional. Laba usaha MIDI melesat cukup tajam ke angka Rp967,99 miliar, jauh melampaui capaian tahun 2024 yang sebesar Rp719,17 miliar. 

Hal ini mengindikasikan bahwa setiap Rupiah pendapatan yang diraih berhasil dikelola secara efisien meskipun biaya penjualan dan distribusi mencapai Rp4,18 triliun.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat melonjak drastis menjadi Rp792,36 miliar pada 2025 melompat dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp546,40 miliar. 

Dari sisi posisi keuangan, aset MIDI terus tumbuh menjadi Rp9,12 triliun dengan total ekuitas yang juga meningkat ke posisi Rp4,54 triliun. 
Di sisi lain, liabilitas perseroan tercatat relatif terkendali di angka Rp4,58 triliun. 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya