Berita

Mantan Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Masih Berpengaruh Kuat di Lingkar Kekuasaan

SENIN, 23 MARET 2026 | 05:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Saat ini sedang terjadi praktik politik saling menunggangi. Dalam situasi krisis, berbagai kekuatan politik dapat memanfaatkan momentum untuk memperkuat posisi masing-masing.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menggambarkan, apabila pemerintahan Prabowo Subianto mengalami tekanan berat hingga jatuh, maka secara konstitusional posisi presiden akan diisi oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka.

“Dalam sistem kita, suksesi sudah jelas. Ketika presiden tidak dapat melanjutkan, maka wakil presiden naik. Ini yang kemudian menjadi bagian dari kalkulasi politik,” kata Amir, dikutip Senin 23 Maret 2026.


Dalam analisa tersebut, Amir juga menyinggung masih kuatnya pengaruh politik Joko Widodo (Jokowi) di berbagai lini kekuasaan. 

Ia menilai, kekuatan ini bisa menjadi faktor penting dalam dinamika suksesi kepemimpinan nasional.

Menurutnya, ada persepsi di publik bahwa sebagian kekuatan politik menginginkan Gibran Rakabuming Raka naik menjadi presiden dalam skenario tertentu.

“Ini bukan soal benar atau salah, tapi bagaimana persepsi itu berkembang di publik dan menjadi bagian dari dinamika politik,” ujar Amir.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus dalam analisa Amir adalah peran media sosial. Ia menilai, platform digital saat ini memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik sekaligus menggerakkan aksi massa.

“Media sosial hari ini bukan hanya alat komunikasi, tapi juga alat mobilisasi. Dalam situasi krisis, ini bisa menjadi pemantik gerakan besar,” pungkas Amir.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya