Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus usai disiram air keras oleh orang tak dikenal, Kamis malam, 12 Maret 2026. (Foto: CCTV)

Politik

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

SABTU, 21 MARET 2026 | 00:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kesigapan TNI dan Polri dalam mengungkap, mengidentifikasi dan menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap wakil koordinator Kontras Andrie Yunus sangat bermakna bagi upaya merawat kemurnian wajah demokrasi dan citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Demikian dikatakan Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, dikutip Sabtu 21 Maret 2026.

“Reaksi cepat TNI-Polri mengungkap dan menangkap pelaku teror dan penganiayaan terhadap aktivis Kontras ini menjadi penjelasan sangat gamblang bahwa unsur negara atau pemerintah bukan aktor intelektual dibalik aksi teror dan penganiayaan itu," kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo.  


Bahkan Presiden Prabowo Subianto, kata Bamsoet. mengutuk keras aksi teror tersebut serta mendesak pihak berwajib segera mengusut tuntas kasus ini hingga ke dalangnya.

Seperti diketahui, Andrie Yunus diteror dan dianiaya dengan siraman air keras ke tubuhnya, usai tampil dalam sebuah podcast bertema militerisme pada 12 Maret 2026 di kawasan Jakarta Pusat. 

Polri segera menganalisis rekaman dari 86 titik CCTV, dan mendapatkan ciri-ciri empat pelaku. Mereka ditangkap pada 18 Maret 2026. Segera setelah itu, Mabes TNI mengonfirmasi bahwa pelaku merupakan oknum personil TNI, yakni tiga perwira dan stau bintara.

"Respons cepat TNI-Polri mengungkap kasus tersebut menunjukan ketaatan kedua institusi melindungi serta merawat citra negara dan pemerintah di mata masyarakat serta komunitas internasional," kata Bamsoet.

Sebab, lanjut Bamsoet, dengan respons seperti itu, TNI dan Polri menjelaskan bahwa negara dan pemerintah tidak membungkam kritik dari publik.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya