Berita

Ilustrasi

Politik

Komnas HAM Harus Proaktif Selidiki Fakta Teror Air Keras

JUMAT, 20 MARET 2026 | 19:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komnas HAM diminta proaktif mengawal perkembangan kasus teror penyiraman air keras yang dialami aktivis KontraS Andrie Yunus.

Desakan itu disampaikan HMI Hukum Brawijaya menyusul pengumuman empat terduga pelaku berstatus prajurit TNI.

Ketua Umum HMI Hukum Brawijaya, Mauladani mengatakan, pengawasan Komnas HAM menjadi penting untuk menguji fakta dari penanganan kasus tersebut oleh Polri dan Puspom TNI.


"Kami mendesak agar Komnas HAM selalu proaktif mengungkap dan menyelidiki fakta-fakta yang disampaikan oleh TNI dan Polri," kata Mauladani dalam keterangan tertulis, Jumat 20 Maret 2026.

Kata Mauladani, peran Komnas HAM juga sebagai bentuk dukungan kepada Andrie Yunus yang dikenal vokal sebagai aktivis pembela HAM.

"Sudah sepatutnya Komnas HAM menaruh atensi lebih terhadap Pembela HAM yang coba dibungkam secara sistematis seperti ini," katanya.

Seiring perkembangan kasus itu, Mauladani juga berharap dibentuk tim khusus dalam pendalaman fakta peristiwa.

"Melihat perkembangan pengusutan, penting bagi Komnas HAM untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) yang terdiri dari unsur independen," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya