Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: Istimewa)

Politik

Menag Dorong Ajang Dakwah TV Go Internasional

JUMAT, 20 MARET 2026 | 10:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi program dakwah di televisi yang dinilai berhasil melahirkan dai-dai muda berprestasi dengan gaya dakwah moderat. Salah satunya yang diadakan Akademi Sahur Indonesia (AKSI) di Indosiar.

Menurut Menag, potensi dai Indonesia saat ini mendapat perhatian dari luar negeri. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena keterbatasan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

“Kita usulkan mungkin nanti ke depan kita sudah waktunya go public. Audisi-audisi yang berbahasa Inggris atau paling tidak dikombinasikan,” ungkapnya, Jumat, 20 Maret 2026.


Selain itu, Ia menilai gaya dakwah dai Indonesia memiliki keunggulan tersendiri yang menjadi daya tarik global. Pendekatan yang digunakan dinilai lebih menyejukkan dan inklusif.

“Sekarang orang mencari penceramah dari Indonesia. Gaya dakwahnya penceramah Indonesia itu tidak menyerang orang, tidak menyalahkan orang, tidak men-justice, tetapi memberikan sugesti, memberikan energi, memberikan semangat yang luar biasa. Dan ini yang kita butuhkan di masa depan,” katanya.

Menag menjelaskan konsep Islam moderat yang menjadi pendekatan Kementerian Agama. Menurutnya, moderasi beragama tidak berarti menyamakan semua perbedaan, melainkan mengelola keberagaman secara harmonis.

“Kita terbiasa berbeda pendapat karena konfigurasi kita juga sangat indah. Karena saya mohon betul seluruh warga Indonesia, mari kita berani berpikir lain, mari kita berprestasi, sebab kompetisi di tingkat internasional itu luar biasa,” tutup Menag.






Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya