Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Bakom RI)

Politik

Prabowo Beberkan Kronologi RI Gabung BoP untuk Perjuangan Palestina

JUMAT, 20 MARET 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap kronologi di balik keputusan Indonesia bergabung dalam dewan perdamaian Board of Peace (BoP) bersama sejumlah negara mayoritas Muslim, sebagai bagian dari upaya konkret memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di Hambalang, yang tayang Kamis, 19 Maret 2026, Prabowo menegaskan bahwa langkah tersebut diambil melalui pertimbangan matang, dengan orientasi utama mendukung solusi dua negara (two-state solution) bagi konflik Israel-Palestina.

Ia menjelaskan, keterlibatan Indonesia bermula saat dirinya menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB pada 23 September, yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. 


Tak lama berselang, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara Muslim diundang oleh Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan penting. Dalam forum tersebut, Trump meminta dukungan terhadap rencana 21 poin guna menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. 

Proposal itu, menurut Prabowo, dipaparkan secara rinci oleh utusan khusus AS Steve Witkoff, termasuk poin-poin yang membuka peluang bagi Palestina menjadi negara merdeka dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel.

"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina) walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi  kita bilang, kita dukung," ujar Prabowo.

Ia juga mengingat momen ketika para pemimpin menunjuk Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani sebagai juru bicara untuk menyampaikan sikap bersama kepada Trump. 

“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menilai keikutsertaan dalam BoP merupakan langkah strategis agar Indonesia dapat berperan langsung memengaruhi arah kebijakan yang berpihak pada Palestina. 

"Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina,” ujarnya. “Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk," paparnya.

Presiden RI mengaku tidak segan angkat kaki dari BoP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina.

"Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," pungkas Prabowo.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya