Berita

Yudhie Haryono dan Buku 'Bani Ismail'. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Resensi

Ismail: Dari Klan Menjadi Suku

SELASA, 17 MARET 2026 | 23:32 WIB

JUDUL asli: Bani Ismail.
Penulis: Dr. Abdul Hamid Judah as-Sahhar.
Genre: Sejarah.
Penerbit: Alvabet Banten.
Cetakan: I, November 2023.
Ukuran: 13x20 cm.

Ukuran: 13x20 cm.
Tebal: 424 halaman+v.
ISBN: 978-623-220-164-4.
Harga: Rp. 222.000,-

Tentu saja, Ismail yang kumaksud adalah salah satu putra nabi Ibrahim (Hajar) selain Ishaq. Kaum muslim menyebutnya nabi Ismail, kakek moyang nabi Muhammad saw. Jadi, bukan sembarang orang. Alquran menyebutnya 12 kali di beberapa ayatnya.

Kata para dai, nama Ismail dari bahasa Ibrani Yishma'el, lalu menjadi bahasa Arab dengan ejaan baru yang bermakna "Allah telah mendengar" atau "Tuhan mengabulkan." Nama ini merujuk pada dikabulkannya doa Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar untuk mendapatkan keturunan.

Buku berisi 29 bab karya Abdul Hamid Judah tentu saja fokus membahas sejarah Bani Ismail dan mengungkap kisah 12 anak dan keturunannya hingga Adnan serta era Muhammad. Ini semacam studi DNA dan klan yang cukup komprehensif.

Secara literal, Hamid membahas peran penting Bani Ismail dalam peradaban Arab dan Islam, serta bagaimana mereka berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat Arab pra-Islam hingga munculnya Islam.

Ya, Ismail menegakkan klan menjadi suku dengan menegakkan monoteisme Ibrahim sambil konflik dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Babilonia dan Asyur. Klan adalah modal utamanya, kesukuan adalah jaring aliansinya.

Bagi pembaca, buku ini menarik karena ditulis dengan gaya novel yang runtut dan memesona, sehingga membuatnya menarik untuk dibaca. Kita akan menemukan diksi yang sungguh puitik.

Dengan penelitian yang ekstensif dan terpercaya, buku ini memberikan wawasan mendalam tentang sejarah Islam dan Bani Ismail sampai era Muhammad.

Ada satu kenyataan pahit yang hadir dalam sejarah bangsa Arab: kesukuan (klanis) dan konflik. Tradisi kesukuan yang kuat hadir karena beberapa alasan: (1) Bangsa Arab awalnya adalah nomaden, dan suku menjadi cara untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras. Suku memberikan perlindungan, keamanan, dan dukungan;

(2) Bagi bangsa Arab kesukuan menjadi sangat penting karena keturunan dan keluarga merupakan dasar identitas dan loyalitas. Suku juga menjadi unit sosial dan ekonomi, dengan anggota suku berbagi sumber daya dan bekerja sama;

(3) Setelah Islam datang, agama ini juga memperkuat tradisi suku, di mana banyak suku Arab menganggap diri mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad atau sahabat-sahabatnya;

(4) Suku memberikan identitas dan kesetiaan yang kuat, dengan anggota suku seringkali memprioritaskan kepentingan suku di atas kepentingan individu;

Dalam sejarahnya, karena klan dan kesukuan inilah tradisi poligami menjadi tidak terbantahkan. Ia hadir sebagai jawaban atas persatuan, dominasi dan solusi atas konflik yang terus mengemuka. 

Suku sendiri berasal dari bahasa Arab: "ashirah" dan Klan juga dari bahasa Arab: "qabil." Keduanya merupakan konsep yang terkait namun berbeda dalam konteks masyarakat Arab. Keduanya digunakan secara bergantian, namun suku lebih merujuk pada kelompok yang lebih besar dan luas, sedangkan klan lebih merujuk pada kelompok yang lebih kecil dan dekat.

Singkatnya, keluarga ismail tumbuh menjadi klan, lalu menjadi kesukuan adalah "jawaban cerdas dan politis" yang kemudian mentradisi atas sikon jazirah arabiah. Sejarah ismail pada ujungnya adalah sejarah agama (islam) dan kesukuan yang saling memperkuat soliditas dan ekspansi di masanya.

Yudhie Haryono 
Pengasuh Pesantren Yusufiah


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya