Berita

Musisi sekaligus eks gitaris Iwan Fals, Digo DZ (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Dinilai Lecehkan Pancasila dan Demokrasi

SELASA, 17 MARET 2026 | 14:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kekerasan terhadap aktivis HAM kembali menjadi sorotan publik. Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menuai berbagai tanggapan.

Musisi sekaligus eks gitaris Iwan Fals, Digo DZ, turut angkat suara terkait peristiwa tersebut. Dalam sebuah podcast bertajuk “Rakyat Berdaulat, Pancasila Bermartabat: Menjaga Ruang Demokrasi di Tengah Isu Kekerasan terhadap Aktivis” yang dikutip pada Selasa, 17 Maret 2026, Digo menilai tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai Pancasila.

Digo menyebut aksi penyiraman air keras sebagai bentuk pelecehan terhadap Pancasila.


“Bagi saya itu sangat melecehkan Pancasila. Kalau jalanan sudah menjadi arena kekerasan, berarti kita harus bertanya, apakah setiap orang bisa saja mengalami hal yang sama?” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Dalam dunia akademik dan intelektual, kritik justru menjadi sarana untuk memperbaiki gagasan.

“Harusnya kita senang dikritik. Di dunia akademik saja selalu ada kalimat ‘kritik dan saran kami harapkan’. Tapi kalau kritik dijawab dengan kekerasan di jalanan, berarti kita belum dewasa dalam berdemokrasi,” tambahnya.

Menurut Digo, kekerasan di ruang publik menunjukkan adanya pergeseran fungsi hukum dari institusi ke jalanan, yang merupakan sinyal berbahaya bagi negara hukum.

“Kalau hukum sudah terjadi di jalanan, berarti kedaulatan hukum kita dipertanyakan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kekhawatiran yang dirasakan para aktivis dalam menyuarakan keadilan dan kritik sosial. Hingga kini, menurutnya, jaminan keamanan bagi para pejuang demokrasi masih belum kuat.

Meski mengkritik keras, Digo mengajak masyarakat untuk tidak menggeneralisasi seluruh lembaga negara. Ia percaya masih ada individu yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Saya tidak ingin menggeneralisir. Di setiap lembaga pasti masih ada ‘matahari-matahari kecil’ yang tetap menjaga nilai Pancasila,” katanya.

Ia juga menyinggung sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sebagai refleksi bahwa praktik kekerasan menunjukkan demokrasi masih menghadapi tantangan.

Digo mengingatkan bahwa sejarah Indonesia telah diwarnai berbagai kasus kekerasan terhadap tokoh dan aktivis. Oleh karena itu, ruang demokrasi harus terus dijaga agar tetap sehat dan terbuka.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak aktivis, jurnalis, dan masyarakat untuk tetap menyampaikan kritik melalui jalur yang konstitusional dan demokratis.

“Pilihan jalurnya banyak. Bisa lewat karya tulis, lewat hukum, atau mekanisme konstitusional. Yang penting tetap dalam koridor demokrasi,” pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya